BTPN Syariah (BPTS) Bersiap Buyback Saham hingga Rp 1 Triliun, Intip Kinerjanya

Nur Hana Putri Nabila
13 Oktober 2026, 17:44
Jajaran manajemen BTPN Syariah usai RUPSLB 2026 (13/10). RUPSLB membahas rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp1 triliun sebagai langkah strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
BTPN Syariah (BTPS)
Jajaran manajemen BTPN Syariah usai RUPSLB 2026 (13/10). RUPSLB membahas rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp1 triliun sebagai langkah strategis untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mengajukan rencana aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal hingga Rp1 triliun. Keputusan itu diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung Selasa (13/10). 

Direktur BTPN Syariah, Arief Ismail, mengatakan buyback merupakan sebagai salah satu langkah strategis yang bertujuan menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemegang saham. Aksi ini juga memperkuat kepercayaan pasar terhadap fundamental Perseroan.

"Rencana aksi korporasi ini merupakan bentuk keyakinan kami terhadap kekuatan fundamental dan prospek jangka panjang BTPN Syariah," ujar Arief.

Lebih jauh ia mengatakan perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, dan optimalisasi nilai bagi pemegang saham. Perseroan percaya bahwa kinerja yang sehat, tata kelola yang baik, serta pelatihan dan penadampingan yang berkelanjutan akan menjadi fondasi bagi penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.

Setelah RUPSLB, BTPN Syariah menyatakan buyback, akan dilakukan secara terukur dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan bisnis. Perusahaan juga memperkuat komitmen Bank dalam melayani nasabah, memperkuat bisnis inti, serta memberikan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat mass-market Indonesia. 

“Rencana ini akan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.” tulis manajemen. 

Hingga semester pertama 2026, BTPN Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp 655 miliar. Aset tumbuh 8% secara tahunan menjadi Rp 23 triliun, sementara pembiayaan tumbuh 9% menjadi Rp 11 triliun.

Kinerja tersebut ditopang oleh rasio keuangan yang tetap kuat dengan Return on Asset (RoA) sebesar 7,2% dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7%.

Dalam menjalankan bisnis BTPN Syariah fokus memberdayakan masyarakat inklusi atau mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal (unbankable). Perempuan menjadi target utama pemberdayaan karena Bank percaya, bila perempuan berdaya maka keluarga pasti berdaya. 

Adapun dalam memberdayakan masyarakat inklusi, BTPN Syariah tetap menjalankan fungsinya sebagai bank dengan menghimpun dana dari keluarga sejahtera dan kemudian disalurkan sepenuhnya untuk segmen ultra mikro. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nur Hana Putri Nabila

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...