Manuver Baru Pengusaha Kalimantan Haji Isam, Diam-Diam Masuk Bisnis Trading BBM
Pengusaha asal Kalimantan Selatan Jhonlin Group, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam kembali menjadi sorotan. Belakangan ia disebut tengah mengajukan izin untuk menjalankan kegiatan usaha trading bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Utama PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), GT Denny Ramdhani, mengatakan perseroan melalui entitasnya, PT Talenta Bumi Energi, kini tengah berfokus memperkuat operasional, menekan biaya, mengoptimalkan aset, dan mengembangkan peluang usaha baru pada 2026.
Ia mengatakan TEBE akan mengendalikan biaya operasional dan mengevaluasi proses kerja secara berkala untuk menjaga efisiensi dan daya saing. Selain itu, TEBE meningkatkan utilisasi dan produktivitas aset untuk memberikan nilai tambah bagi perseroan.
Adapun pada 2027 mendatang, Denny mengatakan perusahaan menargetkan pertumbuhan positif dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar, pergerakan harga komoditas global, dan pemulihan ekonomi. Perusahaan akan menyesuaikan target pertumbuhan dengan dinamika kondisi tersebut demi menjaga kinerja dan ketahanan usaha.
“Melalui PT Talenta Bumi Energi, perseroan sedang mengajukan izin untuk dapat menjalankan kegiatan usaha trading BBM,” ucap Denny, dikutip Kamis (15/10).
TEBE menjalankan bisnis jasa kepelabuhanan melalui entitas anak PT Pelabuhan Talenta Bumi yang saat ini masih melayani komoditas batu bara. Perseroan tengah mengkaji peluang memperluas layanan kepelabuhanan ke komoditas lain. Sementara itu, melalui PT Talenta Bumi, TEBE menjalankan usaha jalan angkut (hauling road) dan perdagangan batu bara.
Denny mengatakan, kegiatan usaha sebelumnya dijalankan melalui entitas anak PT Talenta Bumi. Namun sejak PT Pelabuhan Talenta Bumi ditunjuk sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) dan memperoleh izin operasi pada Januari 2026, perusahaan kini menjalankan bisnis jasa kepelabuhanan melalui entitas tersebut.
Saat ini, PT Pelabuhan Talenta Bumi masih melayani komoditas batu bara. Kedepannya TEBE tengah mengkaji peluang memperluas layanan kepelabuhanan ke komoditas lain, termasuk komoditas pendukung industri, sektor energi, dan bahan baku operasional.
“Skema pengembangan, maupun waktu pelaksanaan belum dapat disampaikan secara spesifik pada saat ini. Tindak lanjut akan dipertimbangkan berdasarkan hasil kajian, kelayakan usaha, kondisi pasar, kebutuhan Grup, dan kepentingan perusahaan dan pemegang saham,” tulisnya.
Perseroan juga mengevaluasi potensi pasar, kesiapan infrastruktur dan aset, aspek operasional, dan kelayakan ekonomi untuk mendukung rencana pengembangan perusahaan.
Tak hanya itu, Denny mengatakan, TEBE memiliki kapasitas untuk melayani berbagai jenis komoditas sesuai dengan perizinan dan ketentuan yang berlaku. Pada tahap awal, perusahaan memprioritaskan pengembangan layanan untuk memenuhi kebutuhan internal grup untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menjaga kelancaran rantai pasok.
