Laba Unilever (UNVR) Naik jadi Rp 4,2 Triliun, 60% Capex untuk Genjot Produksi

Karunia Putri
22 Oktober 2026, 17:36
Unilever
Arief Kamaludin|KATADATA
Logo Unilever (ilustrasi). Unilever Global sepakat untuk menggabungkan unit bisnis makanannya dengan McCormick yang ditargetkan rampung pada 2027.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba sebesar Rp 4,20 triliun hingga kuartal ketiga 2026. Capaian tersebut melonjak 25,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah Rp 3,33 triliun.

Berdasarkan laporan kinerja perseroan, penjualan bersih UNVR tercatat sebesar Rp 25,75 triliun hingga September 2026. Angka itu naik 7,16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 24,03 triliun.

Khusus pada kuartal ketiga 2026, perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp 8,9 triliun, tumbuh 7,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan itu ditopang oleh kenaikan volume dasar sebesar 6,4%.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap menuturkan, kinerja kuartal ketiga menunjukkan kemajuan berkelanjutan dalam memperkuat bisnis perseroan. “Pertumbuhan ini terjadi secara merata di seluruh portofolio kami dan mencerminkan peningkatan daya saing, eksekusi yang semakin kuat, serta penguatan merek-merek kami,” ungkap Benjie dalam keterangan resmi, Kamis (22/10).

Dia menjelaskan, perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui pengembangan merek dengan strategi yang disebut SASSY. Itu adalah singkatan dari science, aesthetics, sensorial experiences, consumer advocacy atau said by others. 

Benjie juga mengatakan, peningkatan porsi produk premium jadi 32% dari total pasar dan tumbuh hampir dua kali lebih cepat dibandingkan segmen utama (mainstream). Strategi lainnya UNVR yaitu dengan penguatan bisnis digital. Upaya tersebut didukung oleh transformasi biaya struktural dan peningkatan kualitas operasional.

Lebih lanjut, UNVR juga mengalokasikan lebih dari 60% belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas kapasitas. Investasi tersebut diharapkan dapat mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Ke depan, perseroan akan berfokus pada pertumbuhan volume dengan peningkatan margin secara terukur sepanjang 2026. Benjie mengatakan, tekanan inflasi komoditas yang berkaitan dengan kawasan Timur Tengah diperkirakan masih berlanjut hingga tahun depan.

Untuk merespons kondisi tersebut, perseroan akan mengombinasikan penyesuaian harga, efisiensi dan investasi yang disiplin. Langkah ini ditujukan untuk menjaga daya saing, memastikan keterjangkauan produk bagi konsumen serta mempertahankan pertumbuhan bisnis yang sehat.

“Kami saat ini memiliki merek, kapabilitas, dan fondasi bisnis yang lebih kuat dibandingkan satu tahun lalu. Kami akan terus berfokus pada penguatan portofolio, peningkatan daya saing, serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi pemegang saham dalam jangka panjang,” ujar Benjie.

Ia menambahkan, perseroan akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai bisnis makanan atau foods sebelum akhir tahun.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Karunia Putri
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...