Bank INA Milik Salim Group (BINA) Siapkan Private Placement, Intip Jadwalnya

Karunia Putri
27 Oktober 2026, 15:49
Bank Ina
Website Bank Ina Perdana
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berencana menerbitkan maksimal 80 juta saham baru melalui aksi penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Bank yang terafiliasi dengan Salim Group tersebut menjadwalkan pelaksanaan aksi korporasi itu pada Selasa (3/12). 

Berdasarkan pengumuman perseroan pada 27 Oktober 2026, jumlah saham baru yang akan diterbitkan mencapai maksimal 80 juta lembar dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah tersebut setara dengan maksimal 1,30% dari seluruh modal saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Dalam pengumuman tersebut, Bank INA menyampaikan jadwal pelaksanaan PMTHMETD telah ditetapkan dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menjadwalkan pemberitahuan kepada OJK sekaligus pengumuman rencana pelaksanaan PMTHMETD pada 27 Oktober 2026.

Selanjutnya, pembayaran biaya pencatatan saham kepada BEI dijadwalkan pada 2 November 2026. Perseroan akan mengumumkan hasil pelaksanaan penambahan modal tersebut pada Kamis (5/10). 

Rencana penambahan modal ini sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham independen dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) independen yang digelar pada 5 Juni 2026. Dalam keputusan rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penerbitan maksimal 80 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham atau setara maksimal 1,30% dari modal disetor perseroan.

Melalui aksi korporasi tersebut, Bank INA berencana memperkuat struktur permodalan untuk mendukung pengembangan usaha. Dalam keterbukaan informasi sebelumnya, perseroan menyebut penguatan modal diperlukan untuk menunjang kegiatan bisnis ke depan.

Bank INA merupakan salah satu entitas jasa keuangan di bawah naungan Salim Group. Pada Oktober 2026, Bank INA bersama PT Ina Sekuritas Indonesia dan PT Ina Manajemen Investasi juga memperkuat sinergi layanan keuangan dan investasi, termasuk melalui pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) secara daring dan pemasaran produk reksa dana.

Pelaksanaan private placement berpotensi menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham lama apabila mereka tidak ikut serta dalam penambahan modal. Namun perusahaan belum menyebutkan berapa dilusi yang timbul setelah aksi korporasi ini. 

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...