Jajanan Pentol hingga Es Krim Dominasi Transaksi OVO, Kalahkan Belanja Online

Rahayu Subekti
17 Juni 2026, 20:22
Nikmati transaksi luar negeri lebih praktis dengan QRIS Cross Border di BRImo. Belanja, kuliner, hingga biaya kesehatan cukup scan QR tanpa tukar uang.
BRI
Nikmati transaksi luar negeri lebih praktis dengan QRIS Cross Border di BRImo. Belanja, kuliner, hingga biaya kesehatan cukup scan QR tanpa tukar uang.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pembayaran digital kini tak lagi identik dengan belanja online atau transaksi bernilai besar. OVO mengungkapkan, jajanan sederhana seperti pentol, es krim, crepes, hingga paket nasi ayam justru menjadi penyumbang terbesar transaksi pengguna di merchant offline, seiring semakin luasnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard alias QRIS di berbagai lapisan usaha.

Berdasarkan data OVO, kategori makanan dan minuman atau F&B menjadi kontributor terbesar transaksi offline dengan porsi sekitar 36,7% dari total transaksi OVO pada Mei 2026. Menariknya, transaksi tersebut didominasi oleh pembelian yang bersifat rutin dan bernilai kecil dalam keseharian masyarakat.

“Transaksi tersebut didominasi oleh pembelian yang bersifat sederhana dan rutin dalam keseharian, mulai dari jajanan seperti pentol, paket nasi ayam, crepes, es krim, hingga kopi," kata Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO dan Bank Asep Haekal di Jakarta, Rabu (17/6).

Ia mengungkapkan, temuan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital kini semakin digunakan untuk transaksi bernilai kecil yang dilakukan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Selain F&B, pengguna juga banyak memanfaatkan pembayaran digital untuk memenuhi kebutuhan harian lainnya, seperti pembayaran tagihan dan utilitas, layanan, ritel, serta belanja kebutuhan pokok.

Data OVO memang menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan pembayaran digital dalam lima tahun terakhir. Dalam periode tersebut, total transaksi OVO meningkat sebesar 77% dibandingkan 2021.

Selain itu, ratusan ribu pengguna memanfaatkan OVO untuk bertransaksi setiap harinya, mencerminkan bagaimana pembayaran digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Seiring dengan meningkatnya penggunaan tersebut, OVO juga melihat adanya pergeseran perilaku transaksi pengguna.

Pada 2021, mayoritas transaksi OVO berasal dari merchant online dengan porsi sekitar 68% dari total transaksi. Namun, pada 2025, mayoritas transaksi justru berasal dari merchant offline dengan porsi mencapai 69%.

Temuan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital kini semakin digunakan dalam berbagai aktivitas harian yang dilakukan secara langsung di merchant fisik. Ini didukung oleh semakin luasnya adopsi QRIS,” ujarnya.

Meski memberikan kemudahan, OVO mengingatkan bahwa transaksi yang semakin cepat dan praktis juga berpotensi membuat pengguna kurang menyadari besarnya pengeluaran yang telah dilakukan. Haekal mengatakan kemudahan transaksi perlu dibarengi dengan literasi finansial agar pengguna dapat lebih sadar terhadap pola pengeluaran,

Sementara itu, Founder Finansialku sekaligus Certified Financial Planner (CFP) Melvin Mumpuni menilai gaya hidup cashless tidak perlu dihindari. Namun, hal ini harus disertai kebiasaan finansial yang sehat.

Ia mengingatkan bahwa pengeluaran kecil yang dilakukan secara impulsif, seperti membeli jajanan atau minuman setiap hari, kerap terasa ringan saat dilakukan. Namun jika diakumulasi dalam satu bulan, nilainya bisa menjadi signifikan dan memicu fenomena yang dikenal sebagai gaji numpang lewat.

"Cashless lifestyle bisa sangat membantu jika digunakan dengan sadar. Yang penting, pengguna perlu rutin mengecek histori transaksi, membatasi budget harian, serta membedakan kebutuhan dan keinginan," kata Melvin.

Karena itu, masyarakat disarankan untuk secara berkala mengevaluasi riwayat transaksi digital. Dengan begitu dapat memahami pola pengeluaran dan menghindari kebocoran anggaran dari pengeluaran-pengeluaran kecil yang sering luput dari perhatian.

 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...