Transaksi E-Wallet Tumbuh 54%, Cek Cara Kelola Keuangan Agar Tetap Disiplin

Arif Hulwan
4 September 2026, 18:24
Ilustrasi transaksi e-wallet
DANA
Ilustrasi transaksi e-wallet
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Jakarta — Penggunaan e-money terus menunjukkan pertumbuhan seiring semakin luasnya transaksi digital di Indonesia. Namun, kemudahan itu mesti diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang disiplin.

Data Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) menunjukkan total nilai transaksi belanja uang elektronik pada triwulan I 2026 mencapai sekitar Rp320,43 triliun, melonjak 54,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi volume, transaksi belanja uang elektronik mencapai 6,21 miliar transaksi atau tumbuh 56,07% secara tahunan.

Perkembangan e-commerce serta semakin luasnya penggunaan QRIS menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tersebut. Pada periode yang sama, Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital secara keseluruhan mencapai 14,28 miliar transaksi.

Pertumbuhan tersebut turut mengubah cara masyarakat mengelola saldo di dompet digital. top-up saldo tidak lagi sekadar aktivitas pendukung, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan transaksi digital sehari-hari.

Top-up dominasi transaksi e-wallet

Data ASPI pada triwulan I 2026 menunjukkan adanya perbedaan antara komposisi volume dan nilai transaksi uang elektronik.

Dari sisi volume transaksi, aktivitas belanja mendominasi dengan porsi 65,59%. Setelah itu, top-up menyumbang 19,96% dan transfer antar-uang elektronik sebesar 13,98%. Jika dilihat dari nilai transaksi, top-up justru menjadi aktivitas dengan porsi terbesar, yakni 47,62%. Transaksi belanja berada di posisi berikutnya dengan 32,66%, sedangkan transfer antar-uang elektronik mencapai 18,12%.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa meskipun frekuensi top-up lebih rendah dibandingkan transaksi belanja, nominal yang diisikan cenderung lebih besar. Kondisi ini dapat mencerminkan semakin tingginya penggunaan dan kepercayaan masyarakat terhadap dompet digital untuk menopang transaksi dengan nilai yang lebih signifikan.

Kebiasaan top-up saldo digital

Perubahan perilaku juga terlihat dari aktivitas masyarakat menggunakan layanan perbankan digital. Survei Ipsos 2026 menunjukkan pengisian saldo dompet digital dan belanja online menjadi aktivitas yang paling dominan dilakukan melalui bank digital.

Kemudahan dan kecepatan transaksi menjadi alasan utama penggunaan bank digital, dengan porsi 71%. Sementara itu, kelengkapan fitur untuk transaksi sehari-hari, termasuk QRIS dan pembayaran tagihan, menjadi pertimbangan bagi 66% responden.

Generasi Z menjadi salah satu kelompok yang paling agresif dalam adopsi e-wallet. Survei yang sama mencatat 88% Gen Z memilih ShopeePay sebagai dompet digital yang paling sering digunakan, diikuti DANA sebesar 72%, GoPay 68%, dan OVO 47%.

Kepraktisan menjadi faktor utama bagi 57% responden, sementara 49% mempertimbangkan bebas biaya administrasi.

Kebutuhan top-up game juga menjadi bagian dari aktivitas digital tersebut. ShopeePay digunakan oleh 46% responden untuk kebutuhan ini, disusul DANA 28%, GoPay 19%, dan OVO 4%. Persepsi terhadap kemudahan proses top-up turut menjadi pertimbangan pengguna.

Tantangan dan risiko dalam ekosistem top-up

Di tengah kemudahan tersebut, pertumbuhan transaksi digital juga membawa tantangan dalam pengelolaan pengeluaran. Promo cashback dan proses pembayaran yang cepat dapat mendorong pembelian impulsif, terutama ketika transaksi hanya membutuhkan beberapa kali klik.

Kehadiran layanan paylater seperti SPayLater dan GoPay Later juga membuat konsumen perlu lebih cermat memperhitungkan kemampuan pembayaran. Kemudahan checkout dapat membuat akumulasi transaksi dan tagihan tidak segera terasa hingga nilainya menjadi besar.

Karena itu, kebiasaan mengisi saldo perlu diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang disiplin. Pengguna dapat mengisi saldo sesuai kebutuhan dan memilih kanal yang praktis serta memiliki biaya yang jelas. Bagi yang membutuhkan alternatif, beli saldo DANA online dapat menjadi salah satu pilihan yang dipertimbangkan.

Pada akhirnya, pertumbuhan transaksi e-wallet menunjukkan semakin kuatnya peran pembayaran digital dalam aktivitas masyarakat. Di sisi lain, kemudahan tersebut perlu diikuti kebiasaan finansial yang lebih terukur agar perkembangan ekonomi digital tidak mendorong pengeluaran yang sulit dikendalikan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...