DBS Bidik Dana Kelolaan Rp 13.970 Triliun pada 2030, Andalkan AI dan Ekspansi

Desy Setyowati
12 Oktober 2026, 06:00
dbs, ai,
DBS
Group Head of Consumer Banking and Wealth Management DBS Bank Shee Tse Koon dalam acara AFFC Regional Media Roundtables pada Minggu (11/10/2026)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

DBS Bank membidik pertumbuhan aset kelolaan atau asset under management (AUM) menjadi S$ 1 triliun atau Rp 13.970 triliun (kurs Rp 13.970 per S$) pada 2030. Untuk mencapai target ini, bank asal Singapura itu akan mengandalkan pengembangan akal imitasi (AI), perluasan kemitraan ekosistem, serta investasi berkelanjutan pada talenta dan teknologi.

Group Head of Consumer Banking and Wealth Management DBS Bank Shee Tse Koon menyampaikan, perusahaan memproyeksikan pertumbuhan AUM sekitar S$ 400 miliar dalam lima tahun, dari sekitar S$ 630 miliar per akhir 2025 menjadi S$ 1 triliun pada 2030.

Pertumbuhan itu ditargetkan tercapai dalam separuh waktu dibandingkan periode sebelumnya, ketika AUM bertambah sekitar S$ 400 miliar selama 10 tahun.

Tse Koon juga menyebutkan total AUM selama enam bulan pertama tahun ini mencapai S$ 680 miliar. “Ketika kami mengumumkan hasil pertengahan tahun ini, kami sudah mencapai target,” kata dia dalam acara DBS Asia Future Forward 2026 di Singapura, Minggu (11/10).

DBS juga mencatat sekitar 60% AUM telah diinvestasikan pada paruh pertama tahun ini, sementara rasio biaya terhadap pendapatan (cost-to-income ratio) berada di kisaran 40%.

Untuk mencapai target AUM S$ 1 triliun pada 2030, DBS akan memperkuat model layanan wealth continuum agar dapat melayani nasabah di berbagai segmen kekayaan, serta meningkatkan konektivitas melalui pusat pengelolaan kekayaan di Singapura dan Hong Kong untuk menarik arus kekayaan global.

Tiga Strategi DBS Genjot Pertumbuhan AUM

Tse Koon menjelaskan, DBS akan mempertahankan tiga fondasi pertumbuhan bisnis pengelolaan kekayaan untuk mencapai target AUM S$ 1 triliun. Ketiganya yakni konektivitas nasabah, layanan yang menjangkau berbagai segmen kekayaan, serta integrasi layanan perbankan dalam satu ekosistem.

Menurut dia, strategi tersebut memungkinkan DBS melayani nasabah dengan tingkat kekayaan berbeda, mulai dari mereka yang baru berinvestasi hingga nasabah dengan aset sangat besar.

DBS juga mengandalkan hubungan dengan nasabah individu, keluarga, dan perusahaan. Sebagai bank komersial, DBS dapat menghubungkan kebutuhan perbankan personal dengan layanan untuk bisnis, termasuk akses ke peluang transaksi dan investasi.

Untuk mempercepat pertumbuhan, DBS menyiapkan tiga pendorong tambahan, yakni integrasi AI dalam operasional bisnis, pengembangan kemitraan ekosistem, serta investasi pada sumber daya manusia dan keahlian teknologi.

“Ketiga pilar ini akan terus berjalan, karena menurut saya, ini jalan yang tepat. Kemudian, kami akan mempercepat ini melalui industrialisasi dan jangkauan AI,” Tse Koon menambahkan.

Tse Koon menekankan bahwa pengembangan AI bukan sekadar mengikuti tren industri. Teknologi ini akan diintegrasikan ke dalam proses bisnis dan perjalanan nasabah untuk meningkatkan efisiensi serta memperluas kapasitas layanan.

Ia menyebutkan, perjalanan pengembangan AI di DBS dimulai dari tahap eksperimen pada 2014, dilanjutkan dengan penggunaan machine learning sejak 2018, AI generatif pada periode 2023–2025, hingga pengembangan agentic AI sejak 2025.

Meski memperluas penggunaan AI, DBS tetap menempatkan interaksi manusia sebagai bagian penting dari bisnis pengelolaan kekayaan. Oleh karena itu, DBS akan terus berinvestasi dalam pengembangan karyawan dan membuka pusat layanan pengelolaan kekayaan. Dalam paparannya, Tse Koon menyebut rencana pembukaan 18 pusat layanan wealth management.

Selain AI dan pengembangan talenta, DBS akan memperluas kemitraan untuk menjangkau nasabah di pasar yang belum memiliki kehadiran bisnis domestik yang kuat.

Tse Koon mencontohkan kemitraan dengan Samsung Securities di Korea Selatan. Kerja sama ini memungkinkan DBS menjangkau nasabah Korea yang membutuhkan layanan pengelolaan kekayaan internasional. Kemitraan ini juga memperluas penawaran layanan bagi nasabah Samsung Securities.

DBS juga mengembangkan kemitraan untuk mengakses kemampuan teknologi dan layanan yang dapat memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan.

Dengan mengintegrasikan AI, memperluas kemitraan, serta memperkuat keahlian karyawan, DBS berupaya meningkatkan kapasitas bisnis pengelolaan kekayaan untuk mencapai target AUM S$ 1 triliun pada 2030.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...