Wealth Wisdom 2026 Soroti Strategi Indonesia Menghadapi Dinamika Ekonomi Global

Ratu Monita
Oleh Ratu Monita - Tim Publikasi Katadata
22 Oktober 2026, 19:27
wealth wisdom
Katadata/Ratu Monita
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Persaingan Amerika Serikat dan Republik Rakyat Cina semakin memengaruhi arah ekonomi global, mulai dari perdagangan, rantai pasok, hingga pengembangan teknologi. Perubahan ini menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi ekonomi dan memanfaatkan potensi investasi di kawasan Asia Pasifik.

Di tengah dinamika tersebut, Indonesia dinilai memiliki posisi strategis untuk memperluas kerja sama internasional dan memanfaatkan berbagai peluang ekonomi tanpa harus terjebak dalam rivalitas kekuatan besar.

Perspektif tersebut menjadi salah satu isu yang diangkat dalam Permata Bank Wealth Wisdom 2026 dengan tema "Finding Balance, Building Resilience"  yang diselenggarakan di Jakarta pada Kamis, (22/10).

Hadir sebagai pembicara pada sesi yang berjudul Navigating Indonesia’s Next Chapter, Dino Patti Djalal, Wakil Menteri Luar Negeri RI Tahun 2014 sekaligus pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), mengungkapkan Indonesia memiliki posisi yang strategis sebagai negara besar. Menurutnya, pemerintah Indonesia penting untuk menjalin kedekatan dengan sejumlah negara besar, seperti Amerika, China, hingga Eropa. 

“Menurut saya, kedekatan harus terus diperkuat. Kedekatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuka akses terhadap pasar, teknologi, pendidikan, lapangan kerja, dan kerja sama pemerintahan,” ujar Dino dalam paparannya. 

Ia menambahkan, posisi geografis Indonesia, besarnya pasar domestik, sumber daya alam, serta kredibilitas di mata internasional menjadi modal penting dalam membangun kemitraan. Namun, modal tersebut perlu dijaga melalui konsistensi dan peran aktif Indonesia dalam hubungan internasional.

Dino menambahkan, pentingnya ASEAN sebagai pijakan utama kebijakan luar negeri Indonesia. Selanjutnya, ia juga menekankan pentingnya menjaga public trust. 

Dari sisi ekonomi, Chief Economist Permata Bank Josua Pardede menilai ketidakpastian global tidak serta-merta menghilangkan peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Meski tekanan eksternal masih perlu diwaspadai, perekonomian nasional memiliki sejumlah penopang, antara lain pasar domestik yang besar, aktivitas manufaktur yang masih ekspansif, serta sektor perbankan yang tetap mendukung pembiayaan kegiatan ekonomi.

Josua menjelaskan, dinamika global dapat memengaruhi Indonesia melalui sejumlah jalur, termasuk pasar keuangan, energi, suku bunga global, dan perdagangan internasional. Perubahan sentimen investor dapat memengaruhi harga saham, obligasi, dan nilai tukar rupiah.

Untuk merespons perubahan tersebut, Josua menilai Indonesia perlu memperkuat diversifikasi pasar ekspor, meningkatkan produktivitas, menjaga ketahanan air dan pangan, serta menarik investasi ke sektor-sektor bernilai tambah. 

Penyesuaian strategi ini diperlukan agar Indonesia tidak hanya mampu mengelola risiko eksternal, tetapi juga memanfaatkan peluang untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional.

“Ketidakpastian global memang tidak serta-merta menghilangkan peluang pertumbuhan ekonomi kita. Namun, dalam kondisi seperti ini, kualitas kebijakan, strategi yang beragam, serta pengambilan keputusan menjadi sangat penting,” ujar Josua.

Kendati demikian, perubahan tersebut juga menuntut investor untuk mencermati kemampuan perusahaan dalam beradaptasi terhadap dinamika perdagangan dan biaya usaha. 

Melalui Wealth Wisdom 2026, Permata Bank mengajak nasabah memahami perubahan ekonomi dan berbagai tantangan yang berkembang agar dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak dan mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...