Antam Jajaki Peluang Eksplorasi Tambang Emas di Arab Saudi
PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjajaki peluang pengembangan sumber daya mineral dengan eksplorasi tambang emas di luar negeri. Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah mengikuti peluang lelang blok emas di Arab Saudi.
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengungkapkan perusahaan telah mendaftar untuk mengikuti lelang blok prospek emas di Arab Saudi.
“Untuk menjajaki peluang eksplorasi luar negeri yang kami lakukan saat ini di Arab Saudi,” kata Untung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Selasa (31/3).
Ia mengatakan perusahaan telah menyiapkan empat pendekatan strategis dalam menjaga keberlanjutan cadangan emas sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis.
Pertama, Antam mengoptimalkan wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sudah dimiliki melalui eksplorasi organik. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan cadangan emas yang ada saat ini.
Kedua, Antam aktif berpartisipasi dalam lelang IUP emas yang diselenggarakan pemerintah sebagai upaya memperluas portofolio tambang di dalam negeri.
Ketiga, perusahaan menjalin kerja sama joint venture dengan Badan Geologi untuk mengidentifikasi potensi wilayah baru yang prospektif.
Keempat, Antam mulai menjajaki peluang eksplorasi di luar negeri, salah satunya di Arab Saudi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi global perusahaan untuk membuka sumber pertumbuhan baru di tengah dinamika industri tambang.
“Secara keseluruhan, strategi ini dirancang untuk menyeimbangkan optimalisasi aset yang ada dengan membuka peluang pertumbuhan baru,” ujar Untung.
Kembangkan Bisnis Bauksit
Di sisi lain, Antam juga terus mendorong pengembangan bisnis bauksit sebagai bagian dari hilirisasi industri mineral. Saat ini, perusahaan fokus pada pengembangan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) fase 2 bersama Inalum.
Proyek tersebut terintegrasi dengan rencana pembangunan smelter aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Dalam skema ini, Antam akan memastikan pasokan bauksit jangka panjang yang kemudian diolah menjadi alumina dan dilanjutkan ke tahap produksi aluminium di dalam negeri.
Struktur bisnis proyek dirancang untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan dan memperkuat industri aluminium nasional.
Saat ini, proyek SGAR fase 2 telah memasuki sejumlah tahap penting, mulai dari penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study, penetapan Final Investment Decision (FID), hingga kajian integrasi proyek serta persiapan tender dan pelaksanaan Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
Antam menargetkan proyek tersebut dapat memasuki tahap operasi komersial pada periode 2027 hingga 2028.
