3 SWF Global termasuk INA Suntik US$ 520 Juta ke Platform Investasi Cina–ASEAN

Ahmad Islamy
17 April 2026, 11:09
INA
Istimewa
China Investment Corporation (CIC), Indonesia Investment Authority (INA), serta State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan (SOFAZ) sepakat membentuk platform investasi bersama di Beijing, Senin (13/4/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Tiga dana kekayaan negara atau sovereign wealth fund (SWF) dari Cina, Indonesia, dan Azerbaijan sepakat membentuk platform investasi bersama. Inisiatif ini bakal menyasar peluang bisnis di kawasan Asia Tenggara dan Cina, yang menandai upaya baru untuk menangkap momentum integrasi ekonomi dan pergeseran rantai pasok di kawasan tersebut.

Platform bertajuk Galaxy Orientis China–ASEAN Investment Platform ini telah mengantongi komitmen awal (first close) sekitar US$ 520 juta, dengan target dana kelolaan mencapai US$ 1 miliar. Dana ini akan difokuskan pada investasi jangka panjang di berbagai sektor, mulai dari industri, kesehatan, konsumen, hingga teknologi dan jasa bisnis.

Pembentukan platform ini melibatkan China Investment Corporation (CIC), Indonesia Investment Authority (INA), serta State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan (SOFAZ). Ketiganya bertindak sebagai investor jangkar dalam skema investasi berbasis private equity yang juga membuka peluang partisipasi investor global lainnya.

Chief Executive Officer (CEO) CIC, Zhang Qingsong, menilai kawasan ASEAN masih menawarkan prospek pertumbuhan yang kuat di tengah dinamika ekonomi global. Ia mengatakan investasi yang dilakukan tidak sekadar mengejar imbal hasil, tetapi juga diarahkan untuk memberi dampak ekonomi yang lebih luas. 

"Melalui investasi pada perusahaan berkualitas yang menargetkan pasar ASEAN, kami berharap fund ini tidak hanya memberikan imbal hasil finansial yang solid, tetapi juga mendorong kemakmuran ekonomi kawasan," ungkapnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4).

Dari sisi Indonesia, INA melihat platform ini sebagai pintu masuk untuk memperluas akses investasi strategis. Pelaksana tugas Ketua Dewan Direktur INA, Eddy Porwanto, menyebut skema ini menjadi langkah awal lembaganya dalam mengembangkan model funds-of-funds tematik. 

"Melalui platform ini, INA bertujuan memfasilitasi aliran modal jangka panjang beserta keahlian dan jaringan global ke sektor-sektor yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia," kata dia.

Sementara itu, CEO SOFAZ Israfil Mammadov menekankan pentingnya kolaborasi antar-SWF untuk menggarap koridor ekonomi yang berkembang pesat. Menurutnya, sinergi modal dan keahlian akan memperkuat posisi investor dalam memanfaatkan integrasi perdagangan dan rantai pasok antara Cina dan Asia Tenggara.

Pengelolaan investasi dalam platform ini dipercayakan kepada CGS International Securities, unit global dari China Galaxy Securities, yang akan berperan sebagai general partner. Perusahaan ini diharapkan dapat memanfaatkan jaringan regional dan pemahaman pasar Asia Tenggara untuk mengidentifikasi peluang investasi bernilai tinggi.

Peluncuran platform investasi tersebut dilakukan melalui penandatanganan kerja sama di Beijing pada Senin (13/4) lalu. Inisiatif ini mencerminkan meningkatnya peran investor institusional dalam membentuk arus modal lintas kawasan, khususnya di tengah perubahan lanskap ekonomi Asia yang semakin terintegrasi.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...