Adik Prabowo, Hashim Mundur dari Komisaris Utama WIFI Setelah 3 Bulan Menjabat
Adik Presiden Prabowo Subianto yaitu Hashim Djojohadikusumo mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Langkah ini diikuti oleh Direktur WIFI Henny Santoso.
Hashim baru menjabat sebagai Komisaris Utama WIFI selama sekitar tiga bulan setelah diangkat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 Juni.
“Melalui surat tertanggal 29 September , Bapak Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan pengunduran diri dari jabatannya selaku Komisaris Utama Perseroan,” tulis Direktur WIFI Shannedy Ong dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip Jumat (2/10).
Shannedy mengatakan pengunduran diri Hashim tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Kegiatan usaha WIFI dan entitas anak tetap berjalan seperti biasa.
Fungsi pengurusan dan pengawasan perseroan juga tetap dijalankan oleh anggota Direksi dan Dewan Komisaris lainnya sesuai dengan anggaran dasar perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
WIFI selanjutnya akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mengangkat komisaris utama dan direktur baru. RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Oktober.
Hashim masuk ke struktur kepemilikan WIFI melalui perusahaan miliknya, PT Arsari Sentra Data. Perusahaan tersebut membeli 45% saham PT Investasi Sukses Bersama pada 23 Desember 2024.
Sebelum transaksi tersebut, Investasi Sukses Bersama merupakan pemegang saham pengendali WIFI. Setelah transaksi, Arsari Sentra Data secara tidak langsung menguasai 22,55% saham WIFI.
Sejak Hashim masuk sebagai pemegang saham, Investasi Sukses Bersama juga tercatat beberapa kali menambah kepemilikan saham WIFI. Pada Selasa (11/2), misalnya, perusahaan kembali membeli 6 juta saham WIFI dengan harga Rp1.530 per saham.
Transaksi tersebut menghabiskan dana sekitar Rp9,3 miliar dan membuat kepemilikan Investasi Sukses Bersama di WIFI meningkat menjadi 50,36%.
Sebelum masuk sebagai pengendali tidak langsung WIFI, Arsari Group juga telah beberapa kali bekerja sama dengan Surge, nama sebelumnya dari WIFI. Pada Agustus 2024, Surge menandatangani nota kesepahaman dengan Arsari Group untuk mengembangkan infrastruktur dan konektivitas di Pulau Jawa.
Saat itu, Hashim mengatakan kerja sama tersebut ditujukan untuk meningkatkan penetrasi internet dan pemerataan konektivitas.
Masuknya perusahaan milik Hashim kemudian memperkuat hubungan bisnis antara WIFI dan Arsari Group. Namun, dalam penjelasan kepada BEI, Direktur WIFI Shannedy Ong mengatakan tidak terdapat rencana perubahan kegiatan usaha perseroan terkait perubahan kepemilikan saham tersebut.
