Laba Bank Danamon (BDMN) Tumbuh 19% Jadi Rp 3,5 Triliun hingga September 2026

Image title
30 Oktober 2026, 06:50
Gedung Bank Danamon
Istimewa
Gedung Bank Danamon
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 3,5 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perolehan tersebut tumbuh 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year-on-year (yoy).

Pertumbuhan laba ditopang oleh peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan perdagangan atau trade finance, serta penghimpunan dana nasabah. Hingga 30 September 2026, total kredit dan trade finance konsolidasi Danamon mencapai Rp 232,6 triliun, naik 13% yoy.

Direktur Utama Bank Danamon, Nobuya Kawasaki, mengatakan perseroan akan terus berfokus pada pertumbuhan bisnis yang sehat dengan menjaga kualitas aset dan menerapkan manajemen risiko secara disiplin.

“Didukung oleh fondasi finansial yang kuat dan penerapan manajemen risiko yang disiplin, kami akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Nobuya dalam keterangan resmi.

Dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhan ditopang oleh sejumlah lini bisnis. Segmen Enterprise Bankingdan Financial Institution mencatatkan kenaikan sebesar 20% yoy, disusul SME Banking yang tumbuh 9% dan Consumer Bankingsebesar 5%.

Sementara itu, anak perusahaan Danamon membukukan pertumbuhan kredit sebesar 7% secara tahunan.

 Pada sisi pendanaan, total dana giro, tabungan atau current account and savings account (CASA), serta deposito mencapai Rp 190,5 triliun per akhir September 2026. Angka tersebut meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan intermediasi, pendapatan operasional Danamon juga meningkat 5% yoy menjadi Rp 19 triliun sepanjang Januari-September 2026.

Perseroan turut mencatatkan penurunan biaya kredit atau cost of credit sebesar 5% secara tahunan. Adapun margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) tercatat sebesar 8%.

Dari sisi kualitas aset, rasio Loan at Risk (LAR) Danamon membaik 190 basis poin menjadi 7,7% per 30 September 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Danamon juga mempertahankan pencadangan untuk mengantisipasi risiko kredit. Hal ini tercermin dari rasio cakupan kredit bermasalah atau non-performing loan coverage ratio yang mencapai 282%.

Nobuya menambahkan, Danamon akan terus mencermati dinamika ekonomi dan pasar serta menjalankan strategi bisnis secara hati-hati dan terukur. Perseroan juga mengandalkan kolaborasi dengan jaringan global MUFG serta jaringan lokal Danamon, Adira Finance, dan Home Credit Indonesia untuk memperkuat layanan kepada nasabah dan mitra usaha. 

“Didukung oleh fondasi finansial yang kuat dan penerapan manajemen risiko yang disiplin, kami akan tetap berfokus pada pertumbuhan yang sehat, kualitas aset yang terjaga, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Nuzulia Nur Rahmah

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...