Respons Outlook Moody’s, Prabowo Bakal Gelar Sarasehan Ekonomi Pekan Ini

Muhamad Fajar Riyandanu
11 Februari 2026, 19:11
Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12)
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto berencana untuk menggelar forum serasehan ekonomi bertajuk Indonesia Economic Outlook untuk merespons outlook negatif dari lembaga pemeringkat Moody’s.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan forum Indonesia Economic Outlook dijadwalkan berlangsung pada Jumat pekan ini.

Dalam forum tersebut, pemerintah akan menjelaskan potensi peningkatan penerimaan negara dari pembentukan Danantara. Pemerintah juga akan memaparkan berbagai program unggulan yang sedang dan akan dijalankan ke depan.

“Tentu perlu diperhatikan terkait dengan penjelasan yang diperlukan, utamanya mengenai penerimaan negara yang juga berpotensi meningkat, serta terkait dengan rencana dari Danantara,” kata Airlangga di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (11/2).

Pagelaran Indonesia Economic Outlook diharapkan dapat memberikan penjelasan komprehensif kepada para pelaku pasar terkait arah kebijakan ekonomi domestik.

“Oleh karena itu, Bapak Presiden tadi meminta agar kita membuat penjelasan yang lebih lengkap dalam bentuk serasehan ekonomi, yaitu Indonesia Economic Outlook yang akan diselenggarakan pada hari Jumat nanti,” ujar Airlangga.

Moody’s Ratings pada (5/2), menurunkan outlook peringkat utang Pemerintah Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil. Pemangkasan outlook itu salah satunya dipicu kekhawatiran terhadap pembentukan badan pengelola dana kekayaan negara, Danantara.

Moody’s menilai struktur tata kelola, skema pembiayaan, serta prioritas investasi Danantara belum jelas. Dalam pengumumannya, Moody’s juga menjelaskan perubahan outlook Indonesia menjadi negatif di tengah upaya pemerintah mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Menurut Moody’s, dalam setahun terakhir terjadi penurunan prediktabilitas dan kohesi dalam proses pengambilan kebijakan, disertai komunikasi kebijakan yang kurang efektif.

Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko terhadap kredibilitas kebijakan Indonesia di mata investor, tercermin dari meningkatnya volatilitas pasar saham dan valuta asing.

Perkembangan tersebut juga sejalan dengan penurunan skor Indonesia dalam indikator tata kelola global, khususnya terkait efektivitas pemerintah dan kualitas regulasi.

Menurut Moody’s, apabila kondisi ini terus berlanjut, melemahnya kekompakan dan kredibilitas kebijakan bisa menunjukkan turunnya kekuatan institusi pemerintah.

Dampaknya, ekonomi dan keuangan negara bisa terganggu karena minat investor menurun dan biaya pinjaman menjadi lebih mahal. Selain itu, Moody’s juga menyoroti ekspansi program sosial seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Sampai sejauh ini, program-program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu dibiayai melalui realokasi dan pemangkasan belanja kementerian, termasuk anggaran pemeliharaan infrastruktur. Ekspansi lanjutan program-program tersebut dinilai dapat menekan fleksibilitas anggaran negara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...