BRI Siapkan Uang Tunai Rp 25 Triliun untuk Kebutuhan Lebaran 2026
Bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyiapkan uang tunai senilai Rp 25 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran Idulfitri 2026. Dana tersebut disiapkan untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas transaksi dan penarikan tunai selama periode libur panjang.
Direktur Operations BRI Hakim Putratama mengatakan, dana tersebut bersumber dari saldo rata-rata kas BRI sebesar Rp 19,7 triliun serta tambahan kebutuhan kas selama masa libur layanan Idulfitri selama tujuh hari sebesar Rp 5,3 triliun.
“Kita siapkan tahun ini Rp 25 triliun yang bersumber dari saldo ratas BRI sebesar Rp 19,7 triliun,” kata Hakim dalam acara Iftar Sahabat Pers BRI, Selasa (10/3).
Selain menyiapkan ketersediaan uang tunai, BRI juga menyiapkan berbagai infrastruktur layanan untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat selama periode Idulfitri 2026. Persiapan tersebut mencakup operasional kantor cabang, penguatan layanan digital (e-channel), edukasi nasabah, layanan Contact BRI 24 jam, hingga program Mudik Bersama BRI 2026.
Dalam hal layanan kantor, BRI akan mengoperasikan 186 unit kerja yang tetap buka selama masa libur Idulfitri. Layanan tersebut akan beroperasi pada 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 15.00 waktu setempat.
Kantor-kantor tersebut akan melayani berbagai kebutuhan transaksi nasabah, mulai dari pembukaan rekening, penarikan dan setoran tunai, layanan kartu debit, registrasi e-banking, setoran penerimaan negara, penanganan keluhan nasabah, hingga layanan khusus seperti untuk Pertamina dan Jasa Raharja.
Di sisi layanan digital, BRI memperkuat jaringan transaksi dengan menyediakan sekitar 19.657 mesin ATM dan CRM, lebih dari 1,2 juta agen BRILink, sekitar 284.670 mesin EDC, serta lebih dari 4,6 juta titik pembayaran QRIS. Perseroan juga melakukan pemantauan harian, menambah teknisi, serta memastikan ketersediaan uang dan operasional sistem tetap berjalan selama periode libur.
BBRI Cetak Laba Rp 57,13 Triliun Sepanjang 2025
BBRI mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp 57,13 triliun sepanjang 2025, turun 5,26% dibandingkan dengan laba bersih perseroan tahun 2024 sebesar Rp 60,30 triliun.
Penurunan terjadi seiring biaya pencadangan atau impairment yang membengkak 20,8% menjadi Rp 46,09 triliun. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di media massa, penyaluran kredit BRI secara konsolidasian mencapai Rp 1.521 triliun, tumbuh 12,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan bunga naik 4,27% dari Rp 199,26 triliun pada 2024 menjadi Rp 207,78 triliun pada 2025, demikian pula dengan beban bunga dari Rp 56,6 trililiu menjadi Rp 57,24 triliun. Pendapatan bunga bersih pun tercatat naik 5,5% menjadi Rp 150,5 triliun. Margin bunga bersih atau net interest margin BRI pun turun dari 6,75% menjadi 6,54%.
Sedangkan di sisi kualitas kredit, NPL gross BRI tercatat sebesar 3,29%, meningkat dari 2,94%, sedangkan NPL net berada di level 0,96% dari sebelumnya 0,75%. Sementara itu, dana pihak ketiga BRI tercatat sebesar Rp 1.466 triliun dan komposisi CASA mencapai 70,61%.
Di sisi lain, fungsi intermediasi BBRI tercatat meningkat dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 91,96%, dibandingkan tahun sebelumnya di level 89,39%.
