Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi Korsel Grand Order of Mugunghwa
Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan kehormatan tertinggi dari Pemerintah Korea Selatan (Korsel), yaitu The Grand Order of Mugunghwa. Penghargaan tersebut dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Korea, Lee Jae Myung dalam seremoni yang berlangsung di Garden of Sangchungjae, Istana Kepresidenan Korsel pada Rabu (1/4).
Penganugerahan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Prabowo ke Republik Korea.
Rilis pers yang diterbitkan oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden menjelaskan, The Grand Order of Mugunghwa merupakan penghargaan nasional tertinggi Korsel yang secara khusus dianugerahkan kepada Presiden Republik Korea beserta pasangan, serta para Kepala Negara atau mantan Kepala Negara dari negara sahabat beserta pasangan.
Penghargaan ini diberikan atas jasa yang luar biasa dalam mendukung pembangunan dan keamanan Republik Korea.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Korsel menganugerahkan penghargaan kepada Prabowo sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan peran dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea, termasuk dalam meningkatkan status kemitraan kedua negara menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership.
Penghargaan yang diterima Presiden Prabowo terdiri atas sejumlah atribut kehormatan, yakni badge berupa pita, collar (kalung), star (bros), serta lapel badge (pin), yang seluruhnya dibuat dari logam mulia dan dihiasi batu permata.
Sejak pertama kali dianugerahkan pada 1949, The Grand Order of Mugunghwa telah diberikan kepada lebih dari 100 tokoh dunia, baik dari dalam maupun luar negeri.
Sejumlah tokoh besar yang pernah menerima penghargaan ini, antara lain Presiden pertama Republik Korea Syngman Rhee (1949), Raja Jordan Hussein of Jordan (1983), Ratu Inggris Elizabeth II (1986), Emir Qatar Hamad bin Khalifa Al Thani (2007), Presiden Prancis Emmanuel Macron (2018), dan Raja Belanda Willem-Alexander (2003).
Prabowo dan Lee Jae Myung turut menyepakati sejumlah peningkatan kerja sama melalui kemitraan strategis komprehensif khusus atau special comprehensive strategic partnership. Hal itu antara lain mencakup kemitraan ekonomi, pertahanan dan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).
“Saya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan kepedulian kepada perusahaan asal Korea Selatan," kata Lee.
Sementara di bidang industri pertahanan, Lee mengatakan Indonesia dan Korea Selatan akan memperkuat kerja sama di bidang galangan kapal. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari pengembangan pesawat tempur yang sebelumnya telah dilakukan kedua negara.
Selain itu, kedua negara juga akan bekerja sama dalam mengintegrasikan data besar (big data) Indonesia dengan teknologi AI milik Korea Selatan untuk menyelesaikan berbagai persoalan kemanusiaan melalui penguatan ekosistem kecerdasan buatan.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo meyakini penguatan kerja sama dua negara akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia dan Korea Selatan dalam mempererat hubungan bilateral.
"Sejarah menunjukkan bahwa kedua negara memiliki kesamaan dan kita pun memiliki kepentingan yang sama. Kedua negara harus berjuang keras untuk meraih kemerdekaan,” kata Prabowo.
