Luhut Minta Maaf ke Investor soal Dampak Gejolak Ekonomi RI
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permintaan maaf kepada investor global dan pengusaha manajemen aset di Singapura. Informasi tersebut disiarkan oleh Luhut dalam akun media sosial Instagram @luhut.pandjaitan pada Kamis (21/5).
Luhut menyampaikan permintaan maaf terkait dampak gejolak pasar keuangan Indonesia terhadap para investor. Permintaan maaf itu disampaikannya saat bertemu dengan investor dan sejumlah manajer investasi di Singapura.
"Saya meminta maaf, mungkin ada di antara kalian yang terdampak negatif akibat situasi ini," kata Luhut, dikutip Jumat (22/5).
Luhut mengatakan para investor dalam diskusi tersebut mengkhawatirkan volatilitas pasar, mulai dari fluktuasi nilai tukar rupiah, arus keluar modal akibat tingginya suku bunga, hingga dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap pasar keuangan.
Meski begitu, Luhut mengatakan pemerintah telah menyiapkan beragam skenario jika harga minyak dunia menembus US$ 100 per barel. Dia juga mengatakan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat di tengah gejolak global.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,61%, sementara inflasi dapat dijaga di kisaran 2,4% meski harga minyak dunia mengalami gejolak
"Saya bisa memberitahu Anda, inflasi kami masih bisa dikelola dengan baik, kira-kira di 2,4%. Kami berusaha untuk tidak menurun," ujarnya.
Luhut juga telah menyampaikan pesan antisipasi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait potensi kenaikan inflasi setelah Juli 2026. Ia mengusulkan agar pemerintah kembali menyalurkan stimulus guna menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.
"Kami juga harus mempersiapkan stimulus untuk menjaga ekonomi kami, karena kami mengerti dampak harga minyak pada ekonomi, pada barang," kata Luhut.
