Luhut Dukung Keputusan Bank Indonesia Kerek Suku Bunga jadi 5,5%

Muhamad Fajar Riyandanu
9 Juni 2026, 16:30
luhut, bank indonesia, suku bunga
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/sg
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan tentang adopsi teknologi pemerintah Indonesia dalam ajang Asia Tech x Singapore 2026 di Singapura, Rabu (20/5/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% sebagai langkah tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menurut Luhut, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik, sehingga kebijakan moneter yang ditempuh BI tetap terukur. Luhut juga menyebut kenaikan suku bunga BI tersebut tidak dilakukan secara mendadak. "Tidak (mendadak). Bagus, kok," kata Luhut sebelum memasuki gerbang Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (9/6).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi 2016-2024 itu menilai langkah BI diperlukan untuk merespons berbagai risiko eksternal yang berpotensi menekan perekonomian nasional.

Menurutnya, salah satu faktor yang menjadi perhatian pemerintah ialah berlanjutnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berkaitan dengan konflik di sekitar Selat Hormuz.

"Ekonomi kita, fundamental masih oke, tapi memang perlu ada perhatian di beberapa titik karena perang ini. Juga perang di Hormuz ini masih berlanjut," ujarnya.

BI kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) darurat yang diselenggarakan pada Selasa (9/6).

Suku bunga deposit facility naik 25 bps menjadi 4,50%, sedsangkan suku bunga lending facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%.

Gubernur Perry Warjiyo mengatakan, keputusan tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah” ujar Perry dalam keterangannya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...