ESDM: Gangguan Dua Unit PLTU Cilacap Jadi Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa disebabkan adanya gangguan di dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Cilacap, Jawa Tengah. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno mengatakan gangguan tersebut terjadi di PLTU Cilacap unit 1 dan 4.
“(Gangguan) nya itu di PLTU Cilacap (unit) 1 dan 4. (Tapi) insyaallah (saat ini) sudah tidak ada masalah,” kata Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Senin (22/6).
Tri menyebut gangguan tersebut dipicu adanya proses perawatan atau maintenance. PLTU Cilacap saat ini memiliki 4 unit pembangkit yang beroperasi. Unit satu memiliki kapasitas 300 megawatt (mw) yang sudah mulai beroperasi secara komersial pada September 2006. Unit ini berjalan menggunakan teknologi Subcritical Boiler.
Sementara itu, unit 4 tau 3A ini memiliki kapasitas 1000 mw yang sudah mulai beroperasi komersial pada November 2019. Unit yang memiliki kapasitas terbesar ini menggunakan teknologi Ultra Supercritical Boiler yang lebih efisien serta ramah lingkungan.
Dilansir dari mana resmi perusahaan PLTU Cilacap merupakan pembangkit listrik pertama di Jawa bagian Selatan yang berlokasi di Desa Karangkandri, kecamatan Kesugihan dan berjarak sekitar 20 km dari Kota Cilacap. PLTU ini dioperasikan oleh PT Sumber Segara Primadaya (PT S2P) untuk memenuhi kebutuhan listrik Jawa - Bali.
Perusahaan ini didirikan pada bulan Mei 2003 oleh PT Sumberenergi Sakti Prima bersama PT Geo Dipa Energi yang kemudian mengalihkan saham kepemilikannya kepada PT Pembangkitan Jawa Bali.
Tri menyebut saat ini sistem kelistrikan Pulau Jawa sudah berjalan normal. “(Sudah normal) per semalam. Insyaallah tidak ada lagi (pemadaman),” ujarnya.
Dia menyebut saat ini perbaikan tata kelola pasokan batu bara ke pembangkit sudah mulai dijalankan PLN. Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara ini mengatakan jumlah kebutuhan batu bara PLN sepanjang tahun ini mencapai 152-154 juta ton dan saat ini sudah mengantongi pasokan dari kontrak sekitar 134 juta ton.
“Terkait penjadwalan (pasokan ke pembangkit) itu bukan (ranah) Ditjen Minerba. Tapi mudah-mudahan ke depan ini menjadi pelajaran berharga, semoga tata kelolanya di pengadaan PLN sudah (diperbaiki),” ucapnya.
PLN Sebut Gangguan Pemadaman Mulai Pulih
PT PLN (Persero) sebelumnya mengklaim kondisi pemadaman bergilir di Pulau Jawa Sudah mulai berkurang atau diminimalkan. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, hal ini disebabkan salah satu pembangkit listrik sudah dipulihkan.
“Salah satu pembangkit berhasil dipulihkan dan sudah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa. (Pembangkit) ini mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” kata Darmawan dalam rekaman keterangan pers yang diterima Katadata dari PLN, Senin (22/6).
Darmawan sebelumnya mengatakan pemadaman bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir karena dua pembangkit milik mitra PLN atau pembangkit independent power producer mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Kedua pihak disebut langsung menangani masalah itu sehingga kini salah satu pembangkit sudah pulih.
Dia menyebut PLN akan terus memonitor upaya perbaikan sistem kelistrikan Pulau Jawa selama 24 jam 7 hari seminggu secara terus-menerus. Perusahaan juga berupaya memperbaiki tata kelola rantai pasok energi primer dan penguatan pembangkitan.
“Kami juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat karena terjadi pemadaman bergilir di minggu lalu. Kami mohon dukungan doa dan masyarakat dari masyarakat agar upaya perbaikan dan penguatan sistem kelistrikan Pulau Jawa ini bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya.
