Target APBN 2027: Pemerintah Kejar Rerata Pendapatan Orang RI Rp 8 Juta/Bulan

Ade Rosman
6 Juli 2026, 11:27
APBN 2027, APBN 2026
Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi. Rerata pendapatan orang Indonesia ini ditargetkan naik dari Rp 7,72 juta per bulan pada APBN 2026 menjadi Rp 8,03 juta per bulan pada APBN 2027.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati asumsi dasar ekonomi makro serta postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Salah satunya target pendapatan nasional bruto atau gross national income per kapita sebesar Rp 96,4 juta. 

Laporan hasil pembahasan disampaikan Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Wihadi Wijanto, dalam Rapat Paripurna DPR Ke-23 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 yang digelar pada Kamis (2/7).

Wihadi menuturkan, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dengan tema ‘akselerasi pertumbuhan berkualitas melalui produktivitas investasi dan industri’ tersebut menjadi dasar dalam penyusunan berbagai target pembangunan nasional untuk tahun depan.

“Sasaran pembangunan, untuk pertumbuhan ekonomi, target tahun 2027 5,8% sampai 6,5%. Gross national income per capita target US$ 5.800 sampai US$ 5.840, gross national income per capita dalam rupiah adalah Rp 96,4 juta,” kata Wihadi dalam paparannya.

Target ini meningkat dibandingkan target dalam APBN 2026 sebesar US$ 5.520 atau Rp 92,68 juta. Jika dihitung secara bulanan, maka rerata pendapatan orang Indonesia ini ditargetkan naik dari Rp 7,72 juta per bulan pada 2026 menjadi Rp 8,03 juta per bulan pada 2027. 

Selain mengejar pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga menetapkan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan ditargetkan berada pada kisaran 6,0% hingga 6,5%, sementara kemiskinan ekstrem diharapkan dapat ditekan hingga 0%. 

Adapun rasio Gini diproyeksikan berada di level 0,362-0,367, sedangkan tingkat pengangguran terbuka ditargetkan turun menjadi 4,30%-4,87%.

DPR dan pemerintah juga menyepakati target proporsi penciptaan lapangan kerja formal sebesar 40,81% pada 2027. Sementara itu, penciptaan lapangan kerja baru ditargetkan mencapai 2,57 juta hingga 3,49 juta orang.

“Peningkatan kesejahteraan rakyat adalah tujuan utama dari seluruh gerak pembangunan nasional,” kata Wihadi.

Dalam paparannya, Wihadi menjelaskan bahwa asumsi dasar ekonomi makro yang telah disepakati secara umum sejalan dengan arah kebijakan yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Perbedaan hanya terdapat pada target lifting minyak mentah dan gas bumi yang dipatok lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal. Rinciannya sebagai berikut: 

Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027

  • Pertumbuhan ekonomi: 5,8%-6,5%
  • Inflasi: 1,5%-3,5%
  • Suku bunga SBN tenor 10 tahun: 6,5%-7,3%
  • Nilai tukar rupiah: 16.800-17.500 per dolar AS
  • Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$ 70-95 per barel
  • Lifting minyak mentah: 605-620 ribu barel per hari
  • Lifting gas bumi: 951-990 ribu barel setara minyak per hari

Postur APBN 2027

  • Pendapatan negara: 12,01%-12,40% terhadap PDB
  • Penerimaan perpajakan: 10,16%-10,50% terhadap PDB
  • Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): 1,85%-1,89% terhadap PDB
  • Hibah: 0,002%-0,003% terhadap PDB
  • Belanja negara: 13,81%-14,80% terhadap PDB
  • Belanja pemerintah pusat: 11,26%-12,01% terhadap PDB
  • Transfer ke daerah: 2,55%-2,79% terhadap PDB
  • Keseimbangan primer: 0,45% hingga minus 0,14% terhadap PDB
  • Defisit APBN: 1,80%-2,40% terhadap PDB
  • Pembiayaan investasi: minus 0,50% hingga minus 0,90% terhadap PDB
  • Rasio utang pemerintah: 40,31%-40,64% terhadap PDB.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...