Pemerintah Klaim 40% Peserta Magang Bisa Langsung Bekerja

Ade Rosman
23 September 2026, 16:16
magang, lapangan kerja
Katadata
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah mengklaim sekitar 40% peserta program magang dapat langsung masuk ke dunia kerja setelah menyelesaikan program selama enam bulan. Angka ini diperoleh berdasarkan survei yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Magang ini 250 ribu, vokasi 250 ribu. Jadi masing-masing enam bulan, diberikan upah oleh pemerintah. Dari survei, sekitar 40% bisa langsung masuk ke dunia kerja setelah enam bulan," kata Airlangga dalam acara Antara Business Forum 2026, di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (23/9).

Airlangga menjelaskan, masing-masing kuota program magang dan vokasi mencapai 250 ribu peserta. Program tersebut berlangsung selama enam bulan dan peserta mendapatkan upah yang dibayarkan oleh pemerintah.

Program magang dan vokasi menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus mempertemukan kebutuhan industri dengan calon pekerja.

Pemerintah juga mendorong investasi agar pertumbuhan ekonomi diikuti dengan penciptaan lapangan kerja. Menurut Airlangga, investasi perlu tumbuh lebih cepat dari target pertumbuhan ekonomi karena dapat menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekspor, dan menghemat devisa.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada tahun ini dan secara bertahap meningkat hingga 8% pada 2029.

Adapun Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai program MagangHub batch (kloter) II angkatan II 2026, pada Rabu (23/9). Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan ada 350 ribu lulusan perguruan tinggi yang mendaftar dan tercatat memenuhi syarat untuk pada program tersebut. 

“Sesudah serangkaian proses seleksi, akhirnya kami tetapkan sebagai peserta magang batch II angkatan kedua ini sebanyak 41 ribu orang,” kata Yassierli dalam acara Kick Off MagangHub di Gedung Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Rabu (23/9). 

Dia menyebut sepanjang tahun ini pemerintah paling tidak akan membuka tiga kloter magang. Kloter pertama telah menerima 46 ribu peserta, kloter kedua atau yang saat ini sebanyak 41 ribu peserta, dan yang ketiga sekitar 70 ribu peserta.

“InsyaAllah di batch ketiga dibulatkan (agar total peserta MagangHub mencapai) 150 ribu orang,” ujarnya.

Pembukaan kloter ketiga ini akan dilakukan pada November mendatang. Jeda waktu antara kloter yang kedua ke kloter ketiga akan dimanfaatkan untuk evaluasi.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker RI Darmawansyah mengatakan, Maganghub pada kloter ketiga nanti hanya dibuka untuk formasi industri atau perusahaan saja. Program ini tak lagi menyediakan posisi untuk kementerian atau lembaga. 

“Semuanya full perusahaan untuk batch III,” ujarnya dalam kesempatan yang sama. 

Meski kloter ketiga masih dibuka dua bulan lagi, pemerintah sudah membuka pendaftaran bagi perusahaan penyedia formasi magang bulan ini.  

"Kemudian Oktober nanti daftar untuk peserta, seleksi. Kick-off lagi untuk bulan November,” ucapnya. 

Kemnaker mengatakan, MagangHub merupakan program lintas kementerian dan merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah berharap program ini dapat memberikan kesempatan bagi anak bangsa untuk meningkatkan kompetensi, mendapatkan pengalaman kerja, membangun portofolio, hingga membangun jejaring.

Pemerintah menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi tenaga kerja, mulai dari program magang bagi lulusan baru (fresh graduate), program vokasi, hingga pelatihan (retraining) bagi masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Airlangga sebelumnya mengatakan, penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi penting untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berkembang. 

"Bapak Presiden mendorong penguatan SDM,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Minggu. 

Salah satu upaya yang didorong pemerintah yakni program pemagangan bagi 120 ribu hingga 150 ribu lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja di industri selama enam bulan. 

Program tersebut didukung pembayaran upah oleh pemerintah dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp 4,14 triliun. Selain menyasar lulusan perguruan tinggi, pemerintah juga menyiapkan program vokasi bagi 220 ribu lulusan SMK agar dapat masuk ke industri. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2,12 triliun untuk program tersebut.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...