Ekonomi Lesu, Cina Siap Gelontorkan Stimulus Tambahan

Agustiyanti
30 September 2026, 09:27
cina, ekonomi, ekonomi cina
ANTARA FOTO/Andry Denisah/foc.
Ilustrasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Cina memberikan sinyal kuat akan mempercepat stimulus untuk menopang ekonomi yang mengalami perlambatan. Pemerintah berjanji menyiapkan kebijakan tambahan dan mengkaji langkah untuk menstabilkan pasar properti yang masih tertekan.

Setelah berbulan-bulan fokus pada implementasi kebijakan yang telah ada, Dewan Negara Cina kini berencana menetapkan serangkaian kebijakan tambahan yang praktis dan efektif untuk memastikan target ekonomi tahun ini tercapai.

Dalam pernyataan terbarunya pada Senin (28/9), pemerintah Cina menyebut munculnya “permasalahan baru” dalam perekonomian sehingga membutuhkan kebijakan baru untuk melawan siklus.

"Hal ini mengisyaratkan kemungkinan adanya peluncuran lebih banyak dukungan kebijakan dalam beberapa minggu mendatang guna menopang target pertumbuhan jangka pendek maupun jangka panjang," ujar  Kepala Ekonom untuk wilayah Greater China di ING Bank NV Lynn Song.

Meski demikian, pemerintah Cina sejauh ini telah mengisyaratkan bahwa paket stimulus yang akan diluncurkan tak akan berskala besar seperti yang dilakukan dua tahun lalu, saat pemerintah bertindak agresif untuk memulihkan sentimen pasar.

Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis usai rapat yang dipimpin Perdana Menteri Li Qiang pada Senin (28/9), pemerintah daerah akan diizinkan memanfaatkan sisa kuota penerbitan obligasi dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, batas fasilitas penyaluran kembali pinjaman atau relending dari bank sentral akan ditingkatkan guna mendorong pemberian kredit ke berbagai sektor, termasuk teknologi, pertanian, dan usaha kecil.

Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa para pembuat kebijakan akan mengkaji langkah-langkah baru untuk menstabilkan pasar properti, mendorong penyerapan tenaga kerja, serta meningkatkan pendapatan rumah tangga.

“Tujuan dari langkah-langkah tersebut adalah untuk menjembatani kesenjangan antara pertumbuhan berdasarkan fundamental ekonomi saat ini dan target sebesar 4,5%. Hal ini mengindikasikan bahwa stimulus yang diperlukan tidak perlu berskala besar, mengingat kesenjangan itu sendiri kemungkinan tidak terlalu lebar," ujar Jacqueline Rong, kepala ekonom untuk wilayah Tiongkok di BNP Paribas SA.

Dalam pernyataan pada Senin (28/9), pemerintah Cina juga kembali menyerukan percepatan pelaksanaan kebijakan yang sudah ada. Mereka akan mempercepat penerbitan obligasi, mendorong dimulainya lebih awal pembangunan proyek besar yang dikenal sebagai Six Networks, mempercepat persetujuan inisiatif investasi, serta meluncurkan program pinjaman dengan suku bunga lebih rendah guna memacu investasi dan konsumsi.

Rong menilai, cakupan program pinjaman berbunga rendah yang dapat diperluas hingga mencakup subsidi bunga hipotek akan menjadi dukungan kebijakan paling realistis bagi sektor perumahan. Sedangkan langkah-langkah yang lebih tegas untuk menghentikan kemerosotan sektor properti seperti program peremajaan kawasan perkotaan berskala besar atau pemangkasan suku bunga hipotek secara signifikan, tampaknya kecil kemungkinan dilakukan.

Dewan Negara Cina menyatakan bahwa para pembuat kebijakan akan menyesuaikan instrumen kebijakan moneter tepat. Namun, mereka tidak memberikan perincian lebih lanjut selain janji untuk meningkatkan kuota pinjaman ulang. 

Mereka juga berjanji akan terus mengkaji dan mempersiapkan langkah-langkah tambahan untuk memperkuat permintaan domestik serta mendorong wilayah-wilayah yang memenuhi syarat untuk menguji inisiatif kebijakan baru.

Pertumbuhan konsumsi Cina kembali meleset dari perkiraan pada bulan lalu dan melambat hingga mendekati angka nol. Keyakinan dunia usaha juga masih lesu; pelaku industri manufaktur, pengembang properti, dan perusahaan konstruksi infrastruktur semakin gencar memangkas belanja modal seiring terus menurunnya belanja pemerintah.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai utang pemerintah daerah dan memudarnya dampak positif dari program subsidi konsumen, pihak berwenang sejauh ini menahan diri untuk tidak meluncurkan stimulus berskala besar. Sebaliknya, mereka berfokus pada masalah sisi penawaran dengan meningkatkan upaya mengatasi kelebihan kapasitas industri dan persaingan harga yang sangat ketat, yang selama ini telah menggerus margin keuntungan.

"Langkah-langkah stimulus kemungkinan besar akan bersifat spesifik (terarah) dan bukan menyeluruh," ujar Allen Ding, kepala ekonom di China Citic Bank International Ltd.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...