Lansia Capai 12% Warga RI, Suahasil Ingatkan Risiko Aging Population ke Fiskal

Ade Rosman
15 Oktober 2026, 06:15
aging population, suahasil, update me
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Indonesia sudah mulai memasuki fase penuaan penduduk atau aging population, dengan jumlah penduduk lanjut usia atau lansia mencapai 12% dari total populasi. Menteri Keuangan Suahasil Nazar  menyoroti perlunya negara berinvestasi pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) guna mengoptimalkan bonus demografi dan mengantisipasi berlanjutnya aging population. 

Suahasil berpandangan, tantangan demografi Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi, tetapi juga perubahan struktur usia. Ia menuturkan, saat ini sekitar 12% penduduk Indonesia berusia 60 tahun ke atas dan hampir 8% berusia 65 tahun ke atas. Menurutnya, tren ini perlu diantisipasi agar penuaan penduduk tidak diikuti penurunan produktivitas dan peningkatan beban fiskal.

“Untuk memperoleh manfaat bonus demografi kedua (silver dividend), kita harus berinvestasi pada kualitas SDM jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut, bahkan sejak sebelum kelahiran, masa anak-anak, pendidikan, hingga memasuki dunia kerja,” ujar  Suahasil dalam World Bank Group Closed-Door Ministerial Roundtable di Bangkok, Selasa (13/10) seperti dikutip dari siaran pers.

Menurutnya, upaya ini penting untuk meningkatkan produktivitas penduduk dan mendapat  manfaat dari bonus demografi kedua atau silver dividend, yaitu potensi kontribusi ekonomi dari penduduk berusia lanjut yang tetap sehat dan produktif. Apalagi, Indonesia saat ini memiliki sekitar 284 juta penduduk dan diproyeksikan mencapai 325 juta jiwa dalam 20 tahun mendatang. 

“Persoalannya bukan pada jumlah penduduk, melainkan kualitas penduduk. Kita tidak bisa hanya berharap kualitas tersebut akan meningkat dengan sendirinya,” kata Sdia.  

Suahasil berpandangan, penuaan penduduk dengan tingkat produktivitas rendah berpotensi meningkatkan kebutuhan belanja negara sekaligus menekan penerimaan negara. Karena itu, ia menilai investasi SDM perlu mempertimbangkan manfaat jangka panjang, meskipun hasilnya tidak dapat dirasakan secara langsung.

Dengan investasi SDM yang berkelanjutan, menurut dia, Indonesia dapat memanfaatkan transisi demografi untuk mendorong produktivitas dan penciptaan lapangan kerja, sekaligus memitigasi risiko akibat penuaan penduduk. Dengan demikian, bonus demografi tidak hanya menjadi peluang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga fondasi bagi ketahanan fiskal jangka panjang.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...