Refleksi Diri hingga Menemukan Pesan Kehidupan dari Buku Ajaib Soul Reflection (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) Show
Katadata/Fauza Syahputra
Fauza Syahputra
29 Agustus 2026, 17:00

[Foto] Refleksi Diri hingga Pesan Kehidupan dari Buku Ajaib Soul Reflection

Stres dan ritme kerja dengan tekanan menjadi bagian dari keseharian pekerja kantoran di perkotaan. Di tengah tuntutan profesional, praktik seperti meditasi dan refleksi diri menjadi bagian penting untuk menjaga stabilitas emosi serta kedamaian batin.

Untuk itu, Soul Community bersama Yayasan Cahaya Cinta Kasih mengadakan diskusi buku dan meditasi Soul Reflection di Gedung Chaerul Saleh, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (28/8). 

Kepala Biro Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari membagi pengalaman membaca buku Soul Reflection karya Bunda Arsaningsih, memberikan pedoman mengolah rasa di dunia pekerjaan.

Ida membacakan salah satu bagian dari buku Soul Reflection: "Kehidupan yang syarat dengan problema di zaman modern ini, membuat manusia mengalami pendangkalan makna hidupnya. Tujuan hidup menjadi terbatas pada pemenuhan kebutuhan fisik semata. Sehingga banyak orang melupakan pentingnya memenuhi hidup dengan cinta dan kasih sayang.

Menjadi pribadi yang penuh cinta sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan era mendatang maupun saat ini. Koreksi bantin atau perenungan yang lebih dalam sangat diperlukan untuk membantu kita senantiasa sadar dan dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Perenungan akan menuntun kita menuju kesadaran jiwa yang lebih tinggi." 

Peserta juga diajak untuk membaca buku Soul Reflection  dan merasakan keajaibannya, Cara membaca diawali dengan menenangkan batin, menyelaraskan hati dan pikiran, lalu membuka halaman buku secara acak.

Salah satu peserta, Ummu, berkesempatan mendapatkan bab tentang "Rezeki Akan Datang Apabila Kita Telah Layak Menerima". Dari isi yang dibacanya ia pun berprinsip bahwa rezeki yang diterimanya selalu akan ada hak orang lain.

"Saya yakin sama diri saya kalau saya akan sampai di titik itu (mendapat rezeki), jadi saya tidak akan merasa kurang," katanya.

Pada akhir sesi peserta bermeditasi  bersama mengikuti tuntunan audio dari Bunda Arsaningsih.  Peserta dibimbing bermeditasi dengan posisi duduk tegak, lidah melekat di langit-langit mulut, dan mata terpejam, dan kemuian terhubung kepada Tuhan.

Para peserta diajak mengurai rekaman negatif bawah sadar terkait hubungan orang tua serta memaafkan luka batin yang tersimpan.

Mereka juga diminta memaafkan ketidaksempurnaan orang-orang di sekitar dan meminta maaf atas kesalahan mereka. Selain itu melepaskan emosi takut, cemas, dan ketidakpercayaan diri, lalu menggantinya dengan berserah kepada Tuhan serta memancarkan cinta kasih kepada keluarga, rekan kerja, dan masyarakat luas.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Fauza Syahputra
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini