Kota Depok Menjadi Zona Merah Covid-19 di Jawa Barat

Depok berubah menjadi zona merah karena mobilitas tinggi warganya yang harus bekerja di Jakarta dan terpapar virus corona di perjalanan.
Dimas Jarot Bayu
10 Agustus 2020, 17:59
depok zona merah, jawa barat, virus corona, covid 19
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.
Petugas menempelkan stiker disegel sementara toko pakaian yang masih buka saat PSBB di salah satu pusat perbelanjaan di Depok, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020).

Jawa Barat kini memiliki satu kota yang masuk zona merah atau memiliki risiko penularan virus corona atau Covid-19 yang tinggi, yakni Depok. Sebelumnya, Jawa Barat tidak memiliki satupun kabupaten/kota yang berstatus zona merah.

"Ada satu kabupaten/kota dengan risiko tinggi. ini catatan kita bersama untuk sama-sama waspada di manapun berada," kata anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah di Gedung BNPB, Jakarta, Senin (10/8).

Dewi mengatakan, berubahnya Depok menjadi zona merah karena warganya memang memiliki mobilitas tinggi, terutama ke Jakarta. Ini lantaran mereka banyak yang harus bekerja di Ibu Kota.

Alhasil, banyak dari warga Depok yang ikut tertular corona saat berpergian dari dan ke Jakarta. "Ini salah satu catatan untuk kita bersama agar hati-hati, terutama yang kerjanya mobile dari satu wilayah ke wilayah yang lain," kata Dewi.

Advertisement

Sementara, ada sembilan kabupaten/kota di Jawa Barat yang masuk zona oranye atau memiliki risiko penularan corona sedang. Jumlah ini berkurang dibandingkan pekan sebelumnya yang sebanyak 11 kabupaten/kota.

Jumlah kabupaten/kota di Jawa Barat yang masuk zona kuning atau memiliki risiko penularan corona rendah bertambah satu menjadi 17. Pada pekan sebelumnya, Jawa Barat memiliki 16 kabupaten/kota yang masuk zona kuning.

Belum ada satupun kabupaten/kota di Jawa Barat yang masuk zona hijau. "Ini lagi-lagi alert untuk kita semua agar tidak boleh lengah sama sekali untuk menerapkan protokol kesehatan," kata Dewi.

Lebih lanjut, Dewi menyebutkan ada 150 klaster di Jawa Barat dengan jumlah kasus corona mencapai 476 orang hingga 27 Juli 2020. Rinciannya, 111 klaster permukiman, 28 klaster fasilitas kesehatan, 11 klaster perkantoran, dan satu klaster rumah ibadah.

Dari klaster permukiman, ada 208 kasus corona yang terdeteksi. Dari klaster fasilitas kesehatan, tercatat ada 177 kasus corona. Sedangkan, sebanyak 77 kasus ditemukan dari klaster perkantoran. "Terakhir di rumah ibadah terdapat satu klaster dengan total 14 kasus," kata dia.

Pasien positif Covid-19 bertambah 1.687 orang per 10 Agustus 2020. Total Kasus mencapai 127.083 dengan 82.236 pasien dinyatakan sembuh dan 5.765 orang meninggal dunia. Kasus tertinggi Covid-19 tersebar di DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. 

Reporter: Dimas Jarot Bayu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait