Pendiri Ruangguru Bantah Terima Dana Program Kartu Prakerja

Pendiri Ruangguru Iman Usman juga membantah tuduhan mitra titipan karena CEO-nya sempat menjabat sebagai staf khusus presiden.
Image title
Oleh Fahmi Ahmad Burhan
22 April 2020, 19:21
ruangguru, kartu prakerja,
Desy Setyowati|KATADATA
Pendiri sekaligus Chief of Product and Partnership Ruangguru Iman Usman (paling kiri) dan CEO sekaligus pendiri Ruangguru Adamas Belva Syah Devara (paling kanan).

Pemerintah menunjuk delapan platform, termasuk Ruangguru, sebagai mitra dalam program kartu prakerja. Namun pihak Ruangguru membantah telah menerima langsung alokasi khusus dari anggaran Rp 5,7 triliun kartu prakerja untuk pelatihan online di platformnya.

"Salah banget kalau ada narasi yang bilang ini duitnya lari ke kantong Ruangguru," kata Pendiri sekaligus Direktur Produk dan Kemitraan Ruangguru Iman Usman dikutip dari akun Instagramnya @imanusman, Rabu (22/4). 

Iman mengatakan, skema kartu prakerja adalah bantuan insentif langsung dan kredit pelatihan. Bantuan pelatihan itu bisa digunakan penuh sesuai nilai maksimal, bisa juga tidak. 

Apabila digunakan, peserta harus memilih ratusan lembaga pelatihan yang menawarkan kelas, bersama platform mitra pemerintah termasuk Ruangguru. Menurut Iman, pemerintah pun akan menambah lebih banyak lagi lembaga pelatihan untuk kartu prakerja.

(Baca: Pemerintah: Kartu Prakerja Jadi Bansos selama Pandemi Corona)

Selain itu, dia juga membantah bahwa Ruangguru sebagai mitra titipan karena CEO-nya saat ini Adamas Belva Syah Devara sempat menjabat sebagai Staf Khusus Presiden Joko Widodo. "Enggak benar kalau ini dibilang titipan. Ruangguru lolos ya karena Ruangguru, bukan karena Belva," kata dia.

Menurutnya, Ruangguru sebagai platform pembelajaran terbesar layak digandeng pemerintah. "Lain cerita, kalau ini platform yang enggak jelas reputasi dan rekam jejaknya," kata Iman. 

Dia juga mengatakan bahwa sejak awal dirinyalah yang mengambil keputusan terkait kerja sama dengan pemerintah, bukan Belva. "Saya yang mengepalai segala bentuk korespondensi antara Skill Academy dengan pemerintah," katanya, juga melalui akun Twitter miliknya @imanusman, beberapa waktu lalu (14/4).

Mekanisme penunjukan Ruangguru dan persyaratannya ditentukan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Project Management Office (PMO) Kartu Prakerja. Sebagai mitra, Ruangguru membuka kerja sama dengan berbagai penyedia pelatihan.

(Baca: Hindari Polemik Ruangguru, Adamas Belva Mundur dari Staf Khusus Jokowi)

Ruangguru mengajukan upaya kurasi kepada PMO, apakah kelas pelatihan dianggap memenuhi kriteria atau tidak. Sejauh ini, lebih dari 2.000 kelas yang disetujui.

Meski begitu, Peneliti Center of Innovation and Digital Economy INDEF Nailul Huda memperkirakan masing-masing platform mitra pemerintah itu akan mendapatkan keuntungan dari kartu prakerja sebesar Rp 457 miliar. Jumlah itu didapat dari total anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk kartu prakerja sebesar Rp 5,7 triliun.

Kemudian jika anggaran sebesar itu dibagi pada delapan platform maka nilainya mencapai sekitar Rp 700 miliar. Sedangkan, dia memperkirakan, pengeluaran delapan platform secara kotor hanya sekitar Rp 243 miliar. Jadi, keuntungan masing-masing platform selama menjalankan program kartu prakerja mencapai Rp 457 miliar.

(Baca: Ruangguru Mitra Kartu Prakerja, Stafsus Jokowi Sebut Tak Intervensi

"Keuntungan bersih platform bisa Rp 457 miliar. Jumlah itu besar," kata Huda dalam video conference. Padahal, menurut dia di saat pandemi seperti sekarang ini, keuntungan buat platform harusnya diminimalkan.

Delapan platform digital memang ditunjuk sebagai mitra pemerintah sediakan pelatihan online. Selain Skill Academy dari Ruangguru, platform lainnya yaitu Tokopedia, Bukalapak, MauBelajarApa, HarukaEdu, PijarMahir, Sekolah.mu dan Sisnaker.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Video Pilihan

Artikel Terkait