Penjualan Smartphone Global di Kuartal I 2020 Anjlok 20% Imbas Corona

Penjualan smartphone merk Samsung, Huawei, dan Oppo turun hingga double digit. Apple hanya turun satu digit berkat penjualannya yang kuat di awal tahun.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
2 Juni 2020, 10:45
penjualan smartphone, telepon pintar, pandemi corona
Agung Samosir|KATADATA
Ilustrasi smartphone atau ponsel pintar. Perusahaan riset teknologi informasi (TI) Gartner melaporkan penjualan smartphone secara global anjlok 20 pada kuartal I 2020 imbas pandemi corona.

Penjualan telepon seluler atau ponsel pintar (smartphone) di dunia anjlok hingga 20% secara tahunan (year on year/yoy) pada kuartal I 2020, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya imbas pandemi corona.

Berdasarkan laporan perusahaan riset teknologi informasi (TI) Gartner, penurunan tersebut terjadi pada empat produsen smartphone terbesar, yakni Samsung, Huawei, Oppo, dan Apple. Sedangkan Xiaomi berhasil mencatatkan kenaikan penjualan meski hanya sebesar 1,4%.

Sedangkan, Samsung penjualannya secara global anjlok 22,7%, Huawei 27,3%, Oppo 19,1%, dan Apple 8,2%. Adapun perusahaan produsen smartphone lainnya apabila digabungkan penjualannya amblas hingga 24,2%.

"Gangguan rantai pasok dan turunnya belanja konsumen menghentikan tren positif penjualan smartphone sejak Februari," ujar Research Vice President Gartner Annette Zimmermann, dikutip TechCrunch, Senin (1/6).

(Baca: Vivo Berhasil Kuasai Pasar Meski Penjualan Ponsel Anjlok Akibat Corona)

Zimmermann mengatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global akibat pandemi corona menjadi penyebab utama turunnya penjualan smartphone. Terutama terkait kebijakan untuk tinggal di rumah. Analis sebelumnya pun memperkirakan bahwa kehadiran teknologi 5G akan tren penurunan penjualan smartphone, meski tidak signifikan. 

Menurut dia, jika tidak terjadi pandemi, Apple berpotensi mencatatkan rekor penjualan iPhone. Meski demikian, penjualan smartphone perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini terbantu tingginya penjualan di awal tahun dan kehadiran toko online. Kapasitas produksi pabrik Apple pun telah kembali mendekati level normal sejak akhir Maret.

Sementara itu di Indonesia, firma riset pasar International Data Corporation (IDC) mencatat penjualan telepon seluler atau ponsel di Indonesia pada kuartal I tahun ini turun 7% secara tahunan dan anjlok hingga 24,1% jika dibandingkan kuartal sebelumnya.

(Baca: Samsung Waspadai Penjualan Ponsel Anjlok Berkepanjangan Efek Corona)

Market Analyst Client Devices IDC Indonesia Risky Febrian mengatakan bahwa anjloknya penjualan ponsel tidak bisa lepas dari dampak penyebaran Covid-19. Sebab, kondisi pasar dan daya beli masyarakat turun selama pandemi corona.

Meski penjualan secara keseluruhan tengah lesu, merek ponsel asal Tiongkok, Vivo, berhasil meraih pangsa pasar terbesar di Tanah Air pada tiga bulan pertama 2020. Adapun pangsa pasar Vivo mencapai 27,4% naik dari 22,8 pada kuarta IV 2019.

Reporter: Cindy Mutia Annur

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Video Pilihan

Artikel Terkait