5 Tradisi Unik Lebaran di Berbagai Negara

Terdapat sejumlah tradisi unik lebaran di berbagai negara, seperti Seker Bayrami di Turki, membuat kue maamoul di Palestina, dan Meethi Eid di India.
Image title
5 April 2022, 12:12
Ilustrasi. Terdapat sejumlah tradisi unik lebaran di berbagai negara, seperti Seker Bayrami di Turki, membuat kue maamoul di Palestina, dan Meethi Eid di India.
Unsplash/Vitaliy Lyubezhanin
Ilustrasi. Melukis tangan dengan henna merupakan tradisi lebaran di India.

Akhir bulan Ramadan yang penuh berkah menandai awal Idulfitri atau Lebaran. Idul Fitri adalah perayaan yang sangat penting dalam kalender Islam. Perayaan ini dimulai dengan salat Idul Fitri lalu mengunjungi keluarga dan menyantap beragam makanan.

Lebaran berlangsung selama satu sampai tiga hari, dimulai pada hari pertama Syawal, yaitu bulan ke-10 dalam kalender Islam. Di Indonesia, tradisi Lebaran erat kaitannya halalbihalal, mengenakan pakaian baru, dan tunjangan hari raya.

Tak hanya di Indonesia, tradisi Lebaran juga dirayakan di berbagai negara dengan cara yang berbeda dan unik. Berikut tradisi unik lebaran di berbagai negara.

1. Seker Bayrami di Turki

Di Turki, Idulfitri dikenal sebagai Ramazan Bayrami (Festival Ramadan) atau Seker Bayrami (Festival Permen). Tradisi unik lebaran ini dimulai saat matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan sebagai perayaan selesainya bulan suci puasa. Di Turki, Seker Bayrami merupakan hari libur nasional.

Advertisement

Pada perayaan Seker Bayrami, orang-orang membersihkan rumah, berbelanja permen dan coklat, serta menyiapkan kue-kue tradisional, seperti baklava. Mereka juga memotong rambut dan melakukan perawatan serta mengenakan baju baru yang disebut bayramlık.

Selama Seker Bayrami, penting untuk menghormati orang tua. Oleh karena, banyak generasi muda mengunjungi yang lebih tua. Mencium tangan kanan orang tua dan meletakkannya di dahi merupakan tradisi untuk menunjukkan rasa hormat. Orang-orang saling menyapa dengan mengucapkan Bayramınız kutlu/mübarek olsun, yang berarti “Semoga pesta Anda diberkati”.

2. Mengenakan Baju Kurung di Malaysia

Idulfitri di Malaysia dikenal sebagai Hari Raya Aidilfitri. Warga Malaysia biasanya akan memakai pakaian tradisional Melayu seperti Baju Kurung, Baju Kebaya, dan Baju Melayu sebagai. Mereka juga berkumpul di kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga dan orang-orang terkasih.

Sehari sebelum Idulfitri seringkali menjadi waktu tersibuk bagi umat Islam Malaysia. Sepanjang hari mereka menyiapkan berbagai hidangan tradisional dan menghias rumah. Hidangan tradisional yang menjadi tradisi Lebaran di Malaysia tak jauh berbeda dari Indonesia, seperti ketupat, rendang, saus kacang pedas, dan lemang.

Tradisi unik Lebaran di Malaysia adalah kegiatan open house yang diadakan di hampir setiap rumah. Tradisi ini menampilkan keharmonisan multikultural di Malaysia. Saat open house, semua tamu dapat datang tanpa memandang status sosial, agama, dan ras.

3. Membuat Kue Maamoul di Palestina

Membuat kue maamoul merupakan tradisi unik Lebaran di Palestina. Maamoul merupakan kue dengan isian kurma atau kenari dengan kacang-kacangan dan lapisan luarnya ditaburi gula halus. Kue ini biasanya dibuat bersama keluarga.

Selain membuat kue maamoul, umat Islam di Palestina juga berbelanja baju dan perlengkapan sebelum hari raya. Kemudian rumah-rumah dibersihkan untuk menyambut tamu dan hidangan disajikan.

Lebaran di Palestina juga menerapkan tradisi memberi uang yang disebut eidiyah, yaitu uang Idulfitri yang diperoleh dari kerabat dekat, seperti bibi dan paman. 

4. Masak Ouzi di Uni Emirat Arab

Saat Lebaran, umat Islam di Uni Emirat Arab merayakan dengan tradisi unik membuat hidangan ouzi, yaitu hidangan yang disiapkan khusus untuk Lebaran. Ouzi biasanya dimasak menggunakan kambing atau domba.

Bumbu dan rempah-rempah untuk rendaman ouzi bervariasi dari setiap resep dan terkadang merupakan rahasia yang diturunkan dari generasi ke generasi sebuah keluarga. Hidangan populer lainnya termasuk bubur daging kelinci, dan machboo dengan ayam atau ikan berbumbu yang dicampur dengan nasi gandum panjang.

Saat perayaan Lebaran, wanita dan anak perempuan di Uni Emirat Arab akan mengoleskan henna ke tangan mereka. Sementara anak-anak menerima pakaian baru dan hadiah kecil, serta merayakan dengan permainan tradisional, menyanyi, dan menari.

Para pria akan mengenakan baju khusus yang disebut kandoora, yaitu jubah panjang berwarna putih yang secara tradisional dikenakan oleh pria Arab. Mereka juga dapat mewarnai kandoora dengan menggunakan minyak kenari dan kapulaga. Sedangkan para wanita biasanya mengenakan pakaian baru.

5. Meethi Eid di India

Lebaran di India disebut juga Meethi Eid. Banyak hidangan manis tradisional seperti kurma, sewaiyan, phirni, shahi tukra, dan falooda disiapkan saat Lebaran di India. Hidangan manis ini dibagikan untuk para teman dan keluarga. Konon, tradisi membagikan hidangan manis dapat meningkatkan kebahagiaan dan keberuntungan.

Selama perayaanMeethi Eid, para wanita akan menghias tangan dengan henna atau mehndi. Malam sebelum Idulfitri disebut Chaand Raat, yang berarti "Malam Bulan". Pada hari ini, umat Islam di India akan mengunjungi bazar dan pusat perbelanjaan bersama keluarga untuk berbelanja kebutuhan sebagai tradisi unik lebaran.

Umat Islam India memakai pakaian adat atau saling memberi pakaian baru sebagai tradisi Lebaran. Pakaian Idulfitri untuk pria termasuk Kurta Piyama, Mojri, dan Taqiyah. Sedangkan untuk wanita terdapat pakaian Salwar, Lehenga Choli, Kameez, dan jilbab berhiasan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait