CIFP 2023 Beri Ruang Capres Sampaikan Gagasan Kebijakan Luar Negeri

Tahun ini, CIFP juga akan mengadakan ‘Foreign Policy Challenge for the Next Indonesian President’.
Anshar Dwi Wibowo
Oleh Anshar Dwi Wibowo - Tim Publikasi Katadata
1 Desember 2023, 14:42
CIFP 2023
CIFP

Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) kembali menggelar Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP). Konferensi tahunan ini telah mendapatkan penghargaan sebagai konferensi kebijakan luar negeri terbesar di dunia pada tahun 2016 oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). 

Tema CIFP tahun ini adalah “From Non-Alignment to Creative Alignments”. Ini mencerminkan pentingnya merespon realita baru di mana politik luar negeri bebas aktif Indonesia di abad ke-21 perlu secara kreatif merintis, membangun dan memelihara berbagai alignments dengan negara-negara dari timur, barat, utara, dan selatan. Baik untuk kepentingan nasional Indonesia, kawasan, dan global. 

Tahun ini, CIFP juga akan mengadakan ‘Foreign Policy Challenge for the Next Indonesian President’. FPCI telah mengundang tiga calon presiden Indonesia tahun 2024-2029 untuk menyampaikan gagasan mereka terhadap kebijakan luar negeri Indonesia. 

Pendiri dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia Dino Patti Djalal mengatakan, CIFP 2023 ini berbeda dengan gelaran tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, tahun depan merupakan tahun politik di mana kita semua ingin mengetahui siapa calon presiden kita.

“Apa visi misi mereka mengenai Indonesia foreign policy, dan langkah konkret apa yang akan mereka lakukan untuk mengatasi permasalahan di masyarakat seperti, perubahan iklim, masalah ekonomi global, kesejahteraan, peace building, dan lain sebagainya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/12). 

Dino menuturkan, untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, CIFP 2023 akan menjadi ruang temu antara calon presiden dengan masyarakat agar dapat berdiskusi lebih dalam. 

“Kita juga ingin mengetahui dari para capres ini mana yang paling paham mengenai dunia internasional dan mempunyai rencana untuk memimpin Indonesia menghadapi lanskap dunia yang semakin ruwet dan bahkan berbahaya. Kita juga ingin tahu mana capres yang bukan hanya nasionalis tapi juga internasionalis,” katanya.

CIFP adalah konferensi politik luar negeri terbesar di dunia yang memberikan ruang bagi pemimpin, menteri, diplomat, duta besar, pengusaha, selebriti, mahasiswa, pakar, peneliti, dan wartawan. Pada 2019, jumlah peserta melebihi 11.000 orang. 

“Ini merupakan sebuah festival diplomasi akbar yang penuh dengan sesi-sesi berbobot dan penuh dengan peluang untuk melakukan networking,” ujar Dino. 

Sampai dengan 1 Desember 2023, lebih dari 9,000 orang telah mendaftar CIFP 2023. Acara ini rencananya akan dilaksanakan secara tatap muka (offline) pada Sabtu, 2 Desember 2023, pukul 09:00-17:00 di Grand Sahid Jaya, Jakarta. 

CIFP 2023 terdiri dari 15 sesi paralel, diantaranya akan ada sesi launching survei FPCI dan ERIA bertajuk Living Among the Giants: Launching a Survey of ASEAN People's' Perceptions on China, India, Japan, and the USA

Sesi lain membahas Kebijakan Luar Negeri Indonesia Bebas Aktif di Era Jokowi; Seberapa Bebas? Seberapa Aktif?; Creative Alignments di Abad ke-21: Seni Memperluas Kemitraan dan Melipatgandakan Peluang; dan Indonesia dan Perubahan Iklim: Dapatkah Indonesia Menjaga Kebijakan Net-Zero Selama dan Pasca Pemilu 2024?.

Selain itu, Penanganan Konflik dalam Politik Luar Negeri Indonesia di Era Jokowi: Palestina-Israel, Myanmar, Ukraina, Afghanistan, dan Laut Tiongkok Selatan; Indonesia dalam Perubahan Tatanan Dunia: Menilik Potensi Global South dalam Sistem Internasional Kontemporer, dan masih banyak lagi sesi-sesi menarik lainnya. 

Salah satu sesi yang paling banyak diminati setiap tahunnya adalah sesi The Return of the Angels Part VI: Issues I Care About and Why You Should Too, di mana semua pembicaranya adalah selebritis. 

Selain menghadirkan topik-topik menarik, CIFP 2023 juga akan menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, diantaranya adalah Leonard Simanjuntak (Country Director Greenpeace Indonesia); Fadli Zon (Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen/Anggota Komisi 1 DPR RI); dan Denny Lesmana (Direktur Urusan Amerika dan Eropa, Badan Intelijen Negara RI).

Selain itu ada Christine Hakim (Aktris); Putri Tanjung (Staf Khusus Presiden RI); Dr. Marty Natalegawa (Menteri Luar Negeri RI (2009-2014)); Muhammad Lutfi (Menteri Perdagangan RI (2020-2022)); Prof. Rizal Ramli (Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya RI (2015-2016)); dan Mardani Ali Sera (Anggota Komisi 2 DPR RI).

Ada juga Lynn Kuok (Senior Fellow, Shangri-La Dialogue on Asia-Pacific Security, International Institute for Strategic Studies (IISS)); Arief Wijaya (Program Director, World Research Institute (WRI) Indonesia); Amanda Katili Niode Ph.D. (Direktur The Climate Reality Project); dan banyak pembicara-pembicara lainnya.

CIFP 2023 terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Untuk pendaftaran dapat mengunjungi website www.cifp2023.com. Pertanyaan lebih lanjut atau konfirmasi peliputan acara CIFP 2023 dapat menghubungi koordinator tim media CIFP 2023, Sdri. Putri di nomor +62 817-7080-5989.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...