Gatal-Gatal Saat Hamil? PAFI Berikan Solusi Pengobatannya

Gatal saat hamil bisa mengganggu aktivitas dan kenyamanan. PAFI hadir dengan solusi aman dan rekomendasi obat yang tepat untuk bantu atasi gatal pada ibu hamil.
Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
10 April 2025, 13:56
PAFI memberikan rekomendasi obat yang aman untuk mengatasi gatal pada ibu hamil.
Freepik (EyeEm)
PAFI memberikan rekomendasi obat yang aman untuk mengatasi gatal pada ibu hamil.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Berbicara tentang gangguan kesehatan, salah satunya adalah rasa gatal pada kulit. Sebagian ibu hamil mengalami beberapa kondisi yang tidak nyaman selama kehamilan. Gatal-gatal saat hamil membuat bumil ingin menggaruk secara terus-menerus dapat menyebabkan luka dan infeksi pada kulit. Hal ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dan membutuhkan pengobatan dengan segera. Prevalensi gatal pada kulit secara keseluruhan pada kehamilan berkisar 23 persen.

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), dengan alamat website https://pafikabupatenkepulauanmeranti.org, adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. PAFI berupaya untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan anggota melalui program pendidikan, pelatihan, dan seminar. Ini dilakukan untuk menjamin bahwa ahli farmasi selalu mengetahui perkembangan terbaru di bidang farmasi.

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab gatal-gatal pada kulit saat hamil, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor penyebab terjadinya gatal-gatal saat kehamilan?

Secara umum, saat awal kehamilan, gatal saat hamil biasanya disebabkan oleh perubahan hormon, tetapi pada beberapa kasus, kondisi kulit tertentu bisa menjadi penyebab gatal tak tertahankan. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya gatal-gatal pada bumil yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Perubahan hormon selama kehamilan
Selama kehamilan, tubuh mengalami perubahan hormon yang signifikan, terutama peningkatan kadar estrogen dan progesteron. Perubahan ini dapat mempengaruhi elastisitas kulit dan membuatnya lebih sensitif, sehingga menimbulkan rasa gatal. Hormon-hormon ini juga dapat mempengaruhi produksi minyak kulit, yang dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal.

2. Adanya peradangan pada kulit
Pertumbuhan janin menyebabkan kulit meregang, terutama di perut dan paha. Peregangan ini dapat mengurangi kelembaban kulit dan menyebabkan gatal. Selain itu, peregangan kulit juga dapat menyebabkan striae (garis-garis pada kulit) yang kadang-kadang disertai dengan rasa gatal.

3. Kulit terasa kering
Bagi sebagian bumil, perubahan hormon juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan mengelupas, yang memicu rasa gatal. Kekeringan kulit ini sering terjadi karena penurunan produksi minyak alami kulit.

4. Peningkatan aliran darah ke kulit
Faktor selanjutnya adalah peningkatan aliran darah ke kulit. Selama kehamilan, aliran darah ke kulit meningkat untuk mendukung pertumbuhan janin. Peningkatan aliran darah ini dapat menyebabkan rasa gatal karena kulit menjadi lebih sensitif.

5. Faktor medis lainnya
Faktor terakhir adalah adanya kondisi medis lainnya. Kondisi seperti eksim (dermatitis atopik) dan psoriasis dapat memperparah gejala gatal selama kehamilan. Perubahan hormon dapat mempengaruhi kondisi kulit yang sudah ada sebelumnya, membuat gejala menjadi lebih parah.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati gatal-gatal saat kehamilan?

PAFI telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab gatal-gatal saat hamil. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala gatal-gatal pada bumil serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Antihistamin
Obat-obatan seperti cetirizine dan loratadine dapat digunakan untuk meredakan gatal. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan apoteker karena beberapa antihistamin mungkin tidak aman untuk digunakan selama kehamilan.

2. Calamine lotion
Calamine lotion termasuk obat oles yang mengandung calamine dan diphenhydramine, yang dapat meredakan gatal, kemerahan, dan rasa panas. Calamine lotion umumnya aman digunakan selama kehamilan, tetapi pastikan untuk memeriksa label dan berkonsultasi dengan apoteker.

3. Miconazole nitrate
Miconazole nitrate obat antijamur yang digunakan untuk mengobati infeksi kulit seperti gatal-gatal dan peradangan lainnya. Untuk dosisnya, akan disesuaikan berdasarkan tingkat peradangan kulit.

4. Moisturizer
Moisturizer merupakan pelembab kulit yang lembut dan alami dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan mengurangi gatal. Pilih pelembab yang bebas dari bahan kimia berbahaya dan tidak mengandung pewangi.

Selain mengonsumsi obat-obatan, ibu hamil disarankan untuk menggunakan pakaian longgar yang dapat membantu mengurangi gesekan dan menghindari iritasi kulit. Hindari rasa ingin menggaruk pada kulit untuk menghindari iritasi lebih lanjut serta memperparah kondisi kulit. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan dosis obat yang sesuai kebutuhan.

Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafikabupatenkepulauanmeranti.org melalui smartphone Anda.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...