Temu Aksi Muda 2025: Saat Anak Muda Bergerak, Bersuara, dan Berdaya

Temu Aksi Muda 2025 menghadirkan ratusan anak muda lintas sektor untuk merancang solusi bersama demi masa depan yang lebih adil dan berkelanjutan.
Sahistya Dhanesworo
28 Juli 2025, 14:00
Temu Aksi Muda 2025
Temu Aksi Muda
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Di tengah meningkatnya keresahan generasi muda akibat krisis iklim, ketimpangan sistemik, hingga keterasingan dari proses pengambilan keputusan, Temu Aksi Muda 2025 hadir sebagai jawaban atas kebuntuan tersebut.

Diselenggarakan di Rumah Wijaya, Jakarta, forum ini mempertemukan sekitar 100 agen perubahan muda dari berbagai daerah dalam sebuah ruang kolaboratif lintas sektor.

Mengusung semangat untuk mewujudkan masa depan yang lebih adil dan layak huni, Temu Aksi Muda 2025 menjadi momentum penting dalam memulai transformasi sosial yang digerakkan oleh anak muda.

Tidak seperti forum-forum konvensional, Temu Aksi Muda dirancang tanpa sesi panel, tanpa sambutan seremoni, dan tanpa sekat antara peserta dan narasumber.

Forum ini terbuka bagi semua anak muda dari berbagai kalangan, mulai dari ASN muda, pelaku usaha sosial, kreator digital, hingga aktivis komunitas.

Forum yang diprakarsai oleh Ministry of the Future, platform inkubasi yang digagas Mindworks Indonesia, Think Policy, dan Kok Bisa ini menyuguhkan prototipe solusi dari lima kelompok tematik visioner: Mobility, Food, Education, Built Environment, dan Consumption.

Para peserta fellowship selama beberapa bulan telah menyelami kebutuhan komunitas, merancang solusi yang human-centered, dan membagikannya dalam forum ini.

Forum ini melibatkan baik aktor dari dalam sistem—seperti Bappenas, Kemenkes, Dishub, hingga tenaga ahli DPR—maupun dari luar sistem, seperti kreator digital dan figur publik seperti Cynthia Suci Lestari dan Dheamyra Aysha dari Verified Champions.

Kolaborasi lintas batas ini mencerminkan partisipasi yang tidak simbolik, melainkan transformatif.

Adapun, pada Temu Aksi Muda, berbagai elemen berkumpul untuk melihat tantangan besar krisis iklim dari sudut pandang warga yang beragam.

"Kami percaya bahwa aksi kolektif perlu dimulai dari empati dan kolaborasi, terutama antara pihak-pihak yang sebelumnya tidak saling terhubung. Menyenangkan melihat pemilik kedai kopi berdiskusi dengan anak muda di parlemen soal isu banjir dan cuaca ekstrem. Atau mendengar pembahasan ekosistem energi terbarukan bersama perwakilan muda dari Bappeda, yang juga menyoroti pentingnya rasa aman di ruang publik yang diterangi oleh energi bersih,” ujar Adam Nurilman, Direktur Mindworks Indonesia dalam pernyataannya, Senin (28/7).

“Temu Aksi Muda adalah bukti tentang apa yang bisa terjadi saat kita mempercayakan anak muda untuk memimpin—bukan hanya atas masa depan mereka sendiri, tetapi juga atas sistem yang membentuknya," tambahnya.

Sesi berlangsung dalam dua gelombang, sesi pagi untuk tema Food, Education, dan Mobility; sementara sesi sore difokuskan pada Consumption dan Built Environment.

Setiap kelompok tema memfasilitasi proses identifikasi tantangan berbasis pengalaman nyata, mempelajari eksperimen dari para peserta, dan merancang aksi lintas sektor.

Sebagai puncak dari perjalanan Ministry of the Future Fellowship, Temu Aksi Muda 2025 menunjukkan bagaimana aksi kolektif yang dipimpin oleh anak muda bisa menjadi kekuatan nyata dalam mendorong perubahan sistemik.

Melalui pendekatan berbasis empati, interseksi, dan kerja sama, forum ini menjadi awal dari gerakan baru yang memberi ruang kepemimpinan muda dalam membentuk masa depan Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...