Aktivitas Usaha Warga Aceh Tamiang Bergerak, Warung Kopi Mulai Berjualan Kembali

Setelah sebulan banjir melanda, aktivitas ekonomi warga mulai bergerak. Warung kopi Rina Riana di Aceh Tamiang kembali buka meski masih bertahap dan terbatas.
Image title
2 Januari 2026, 11:41
Warung Kopi di Aceh Tamiang
IST.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Aktivitas ekonomi warga Aceh Tamiang, Aceh, perlahan kembali berjalan setelah banjir dan longsor melanda wilayah tersebut sekitar satu bulan lalu. Sejumlah usaha kecil mulai beroperasi, termasuk warung kopi dan mi milik Rina Riana yang kembali dibuka usai direnovasi.

Rina mulai berjualan kembali sejak beberapa hari terakhir meski kondisi usaha belum sepenuhnya pulih. Tempat usahanya sempat mengalami kerusakan akibat banjir, namun renovasi dasar telah selesai sehingga ia memberanikan diri membuka kembali warungnya.

“Alhamdulillah sudah pemulihan. Sudah lima hari (berjualan). Kalau normalnya sih belum ya karena kita kan bertahap setelah renovasi kemarin kena banjir,” kata Rina dikutip Jumat (2/1).

Sebelumnya, tembok warung milik Rina jebol diterjang banjir. Kendati demikian, ia tetap memilih melanjutkan usaha sebagai bagian dari upaya kembali menjalani kehidupan normal pascabencana.

Dari sisi menu, Rina menyebut sebagian besar makanan sudah kembali tersedia. Namun layanan kopi belum sepenuhnya pulih karena keterbatasan peralatan.

“Kalau menu untuk makanan, alhamdulillah sudah lengkap. Tapi kalau untuk perkopian itu ada yang belum karena kita pakai kopi mesin biasanya, itu belum kita ada,” jelasnya.

Keterbatasan juga masih terjadi pada fasilitas pendukung. Akses internet sudah kembali normal, tetapi layanan WiFi di warung belum dapat digunakan.

“Sinyal juga sudah normal, cuma karena WiFi belum dipasang balik, belum bisa pakai WiFi di sini,” jelasnya.

Sejak kembali dibuka, warung kopi tersebut mulai didatangi pelanggan. Menurut Rina, warga sekitar merindukan aktivitas berkumpul setelah lebih dari sebulan menjalani masa darurat.

“Sudah lumayan, mungkin karena mereka bosen juga ya makan mi dan telur terus,” ceritanya.

Terkait harga, Rina berupaya menyesuaikan tanpa membebani pelanggan yang juga terdampak bencana. Dari sisi omzet, meskipun belum dapat dipastikan dan masih jauh dari kondisi sebelum banjir, Rina memilih untuk segera bangkit. “Harga, kami mesti agak-agak penyesuaian. Kalau dibilang naik, nggak juga. Masih harga-harga normal,” imbuhnya.

Kembalinya aktivitas warung kopi menjadi salah satu penanda pemulihan sosial dan ekonomi warga Aceh Tamiang yang perlahan berjalan pascabencana.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...