Relawan Evakuasi Ibu dan Bayi dari Pengungsian Aceh Tamiang ke Medan
Seorang bayi berusia dua minggu yang mengalami cedera persalinan berupa patah tulang bahu bersama ibunya dievakuasi dari lokasi pengungsian di Aceh Tamiang ke Rumah Sakit Adam Malik, Medan, untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Ibu dan bayi tersebut sebelumnya tinggal di pengungsian Desa Rongoh, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, bersama sekitar 40 warga terdampak banjir lainnya di area perkebunan sawit. Kondisi keduanya mendapat perhatian relawan kemanusiaan sekaligus Tim Pakar Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Muhammad Hidayat, setelah laporan diterima dari lapangan.
Bersama relawan Sekolah Relawan dan tim medis, Hidayat mendatangi lokasi pengungsian untuk melakukan pemeriksaan awal. Selain bayi yang mengalami patah tulang bahu, tim juga menemukan kondisi ibu dengan kadar hemoglobin rendah sehingga membutuhkan tindakan transfusi darah. Keduanya diketahui sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat sebelumnya.
Berdasarkan video yang diterima dari Bakom Pemerintah RI, proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans milik Puskesmas Aceh Tamiang menuju Rumah Sakit Adam Malik, Medan, pada Jumat (31/12), setelah koordinasi dilakukan dengan pihak rumah sakit guna memastikan kesiapan penanganan medis.
“Proses evakuasi dilakukan sejak pagi hingga pukul 20.00 WIB. Semoga anak ini tumbuh menjadi pribadi yang kuat, tangguh, dan bermanfaat,” ujar Hidayat, dikutip Jumat (2/1/2026).
Setelah tiba di rumah sakit, Hidayat memastikan kondisi ibu dan bayi mendapatkan atensi khusus dari tenaga medis.
“Bayi sudah aman dan nyaman, sedang tidur. Terima kasih seluruh pihak yang sudah membantu,” imbuhnya.
Perwakilan keluarga bayi juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat relawan dan pemerintah dalam proses evakuasi lintas daerah tersebut.
“Saya mewakili keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada para relawan dan pemerintah yang telah membawa kami dari Aceh hingga ke RS Adam Malik di Medan. Semoga bencana di Aceh segera membaik, dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu,” ujar perwakilan keluarga.
Kolaborasi pemerintah, relawan, dan tenaga medis ini menjadi bagian dari upaya perlindungan kelompok rentan di wilayah terdampak bencana, khususnya ibu dan bayi yang membutuhkan penanganan kesehatan segera.
