“Berkantong Royong”, Cara Bank Jago Dukung Usaha Lokal saat Ramadan

Melalui program ’Berkantong Royong’, Bank Jago memfasilitasi kolaborasi antara pemilik kedai makanan dan pelaku usaha lokal yang merupakan sesama pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah.
Tim Publikasi Katadata
Oleh Tim Publikasi Katadata - Anshar Dwi Wibowo
12 Maret 2026, 20:02
Program Ramadan Bank Jago
Dok Bank Jago
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pada Ramadan 2026, PT Bank Jago Tbk meluncurkan kampanye ‘Berkantong Royong’ dengan membuat tirai penutup kedai saat jam puasa menjadi media promosi bagi pelaku usaha lokal. 

Memanfaatkan fitur Kantong Bersama, inisiatif ini memfasilitasi kolaborasi antara pemilik kedai dan pengusaha lokal agar dapat tumbuh bersama dalam ekosistem keuangan digital selama bulan puasa.

Head of Retail Banking Brand & Marketing Bank Jago Michael Hartawan mengatakan, melalui gerakan ‘Berkantong Royong’, Bank Jago ingin menghadirkan semangat Ramadan sebagai momen penuh berkah dan kebaikan. 

“Dengan menciptakan ruang kolaborasi bagi pelaku usaha untuk saling mendukung dan bertumbuh bersama, inisiatif ini juga sejalan dengan semangat Bank Jago untuk menghadirkan dampak positif dan memperluas kesempatan tumbuh bagi berjuta orang,” ujar Michael, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3).

Program ‘Berkantong Royong’ merupakan lanjutan dari kampanye Baiknya Belanja Lokal via live TikTok pada Ramadan 2025 lalu. Melalui program ’Berkantong Royong’, Bank Jago memfasilitasi kolaborasi antara pemilik kedai makanan dan pelaku usaha lokal yang merupakan sesama pengguna Aplikasi Jago dan Jago Syariah. 

Kolaborasi ini menghadirkan fungsi baru pada sarana yang sudah ada menjadi ruang sinergi yang saling menguntungkan.

Menurut Michael, tirai tempat usaha yang biasanya tertutup selama jam puasa dialihfungsikan menjadi sarana promosi kreatif untuk memperkenalkan produk lokal. Pelaku usaha lokal bisa memasarkan produk mereka pada tirai-tirai kedai makan dan minum agar bisnis mereka dikenal dan menjangkau banyak pelanggan.

“Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, kolaborasi ini menegaskan bahwa keberkahan Ramadan tumbuh ketika pelaku usaha saling memberi ruang, berbagi peluang, dan melangkah maju bersama dengan mengedepankan toleransi,” tutur Michael.

Inisiatif ini merangkul ratusan usaha lokal dengan latar belakang yang beragam di wilayah Jakarta hingga Bali dan pemilik kedai makanan mulai dari Sunyi Coffee, Toko Kopian, Futago, Panama Coffee, Kongsi, 7 Sleepers, Mad For Coffee, Bakmi Jawa Tebet, Bakmi Jawa Gunungkidul, Sate Maranggi Lestari, RM Sinar Gakong, hingga jaringan rumah makan seperti Warteg Rio, Warteg Bumi Bahari, dan Warteg Agung.

Dukungan ini kian bermakna karena melibatkan tempat usaha dengan misi sosial dan nilai budaya yang kuat. Sunyi Coffee, misalnya, dikenal sebagai ruang inklusif yang memberdayakan penyandang disabilitas. Sementara Toko Kopian dan Futago turut melestarikan warisan budaya dan menghidupkan komunitas kreatif di kawasan bersejarah.

Kolaborasi lintas segmen ini diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan yang inklusif selama dan setelah Ramadan.

Pada program ‘Berkantong Royong’ ini para pelaku usaha lokal turut berpartisipasi sebagai pemasang iklan dengan memanfaatkan fitur Kantong Bersama. Fitur ini memungkinkan pengelolaan dana dapat berjalan lebih rapi, transparan, dan saling menguntungkan selama Ramadan karena pemasang iklan dan pemilik kedai dapat melihat transaksi keuangan secara bersama-sama.

Seluruh kolaborasi ini dimungkinkan melalui fitur Kantong Bersama di aplikasi Jago dan Jago Syariah. Fitur ini menjadi solusi praktis atas tantangan klasik pemilik kedai dan pelaku usaha lokal dalam mengelola dana secara kolaboratif, transparan, dan mudah digunakan.

Manfaat 'Berkantong Royong' Bagi Usaha Lokal

Pemilik RM Sinar Gakong, Reza Kusumah, melihat program ‘Berkantong Royong’ sebagai peluang kolaborasi yang sejalan dengan cara bisnisnya berkembang. Sejak didirikan pada 2023 di Bandung dan membuka cabang barunya di Jakarta, RM Sinar Gakong menghadirkan masakan Chinese - Indonesian yang familiar dan bisa dinikmati kapan saja, fokus pada konsistensi rasa dan kenyamanan pelanggan sehari-hari. 

Lewat program ini, ia tidak hanya menjangkau lebih banyak pelanggan dan mendorong transaksi digital, tetapi juga semakin terbantu mengelola dana secara praktis dan transparan melalui fitur Kantong Bersama di aplikasi Jago/Jago Syariah.

‘’Melalui program ‘Berkantong Royong’ dari Bank Jago, kami bisa berkolaborasi dan saling mendukung dengan sesama usaha lokal selama Ramadan.Program ini juga membantu meningkatkan exposure usaha kami melalui media sosial dan membuka peluang transaksi yang lebih besar. Selain itu, kami juga merasakan dampak positif dalam adopsi digital, karena semakin banyak customer yang familiar dengan metode pembayaran berbasis aplikasi ini menjadi langkah baik untuk pertumbuhan usaha ke depan,” ujar Reza.

Toko Kopian, yang berdiri pada Juli 2023 di kawasan Cikini dan mengusung konsep kopitiam Malaysia serta Chinese coffee shop, menilai program ‘Berkantong Royong’ sebagai cara efektif untuk membangun kolaborasi dan meningkatkan visibilitas dengan usaha lokal lain.

“Kami langsung tertarik karena konsep ‘Berkantong Royong’-nya unik serta semangatnya saling membantu antar usaha lokal. Kami ingin Toko Kopian jadi tempat yang bisa dinikmati sehari-hari, dengan kualitas yang baik dan harga tetap terjangkau, dan program ini juga membantu memperkenalkan kami ke lebih banyak orang,” ungkap salah satu pemilik Toko Kopian Donny Kusmadi.

Melalui Kantong Bersama, pemilik kedai dan pelaku usaha lokal dapat merasakan langsung pengalaman mengatur keuangan bersama secara digital dan tertib. Program ‘Berkantong Royong’ pun menjadi momentum untuk memperkenalkan cara pengelolaan dana kolaboratif yang lebih rapi, terutama dalam memenuhi berbagai kebutuhan selama Ramadan.

“Harapannya, Kantong Bersama bisa menjadi solusi yang dekat dengan kebutuhan sehari-hari para pelaku usaha lokal, baik dalam interaksi digital maupun operasional di lapangan. Kolaborasi keuangan membuka jalan bagi usaha yang lebih tangguh dan berdaya tumbuh,” ujar Michael Hartawan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...