Petrosea Perkuat Ekspansi Regional Melalui Tolu Minerals
Pada 20 April 2026, PT Petrosea Tbk (IDX: PTRO) resmi menyelesaikan proses penawaran mengikat (binding offer) dengan Tolu Minerals Limited terkait investasi pada instrumen surat utang yang dapat dikonversi menjadi saham (convertible note) yang akan diterbitkan oleh Tolu.
Melalui transaksi ini, Petrosea memiliki convertible note senilai U$23,75 juta yang memberikan hak untuk mengonversinya menjadi 14.615.385 saham baru dengan harga U$1,625 per saham.
Investasi tersebut juga membuka peluang kemitraan operasional, di mana Petrosea berkomitmen untuk mengeksplorasi berbagai skema komersial dalam penyediaan jasa pertambangan serta layanan pendukung lainnya bagi proyek Tolu Minerals Limited.
Presiden Direktur PT Petrosea Tbk, Michael, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi perusahaan ke Papua Nugini sekaligus memperkuat diversifikasi portofolio ke komoditas emas yang memiliki prospek jangka panjang.
“Kami melihat peluang sinergi yang kuat seiring dengan rencana pengembangan proyek Tolu menuju fase produksi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4).
Tolu Minerals Limited (ASX: TOK) merupakan perusahaan eksplorasi dan pengembangan emas serta tembaga di Papua Nugini yang terdaftar di Australian Securities Exchange (ASX).
Saat ini, perusahaan tersebut mengoperasikan Tambang Emas Tolukuma dengan target mencapai produksi dalam waktu dekat. Selain itu, Tolu juga memiliki portofolio proyek eksplorasi yang signifikan di kawasan Pacific Ring of Fire, wilayah yang dikenal memiliki potensi mineralisasi tinggi, khususnya emas dan tembaga.
Sebagai perusahaan multidisiplin dengan pengalaman lebih dari lima dekade, Petrosea menyediakan layanan terpadu dari hulu hingga hilir yang mencakup EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik untuk industri pertambangan serta minyak dan gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.
Seluruh target operasional dan kinerja keuangan Petrosea didukung oleh budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) yang kuat melalui penerapan target zero accident, operational excellence, continuous improvement, serta pengelolaan risiko dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai fondasi keberlanjutan perusahaan.
