Mengemas Pesan Safety Riding Lewat Edukasi dan Kreativitas

Yayasan Astra Honda Motor (AHM) hadirkan kampanye Safety Riding, mengangkat pesan keselamatan berkendara dengan menyasar generasi muda.
Tim Publikasi Katadata
10 September 2026, 13:47
Safety Riding Short Movie Contest 2026.
Katadata/Ratu
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Keselamatan di jalan bermula dari keputusan yang dibuat setiap pengendara. Memeriksa kondisi sekitar sebelum bermanuver, menggunakan rem dengan tepat, hingga memahami risiko dari setiap tindakan merupakan bagian dari perilaku berkendara yang menentukan keselamatan.

Tantangannya, membangun kebiasaan tersebut membutuhkan edukasi yang konsisten. Pesan keselamatan juga perlu disampaikan dengan cara yang dekat dengan keseharian masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi salah satu kelompok pengguna jalan dengan risiko kecelakaan cukup tinggi.

Persoalan itu menjadi pembahasan dalam rangkaian Data Unboxed Goes to Campus x Safety Riding Campaign yang digelar Yayasan Astra Honda Motor (AHM) bersama Katadata yang digelar di Universitas Negeri Jakarta, Rabu (9/9).

Melalui kegiatan Safety Riding Short Movie Contest 2026, keselamatan berkendara dibahas dari dua sisi. Yakni, perilaku pengendara serta cara mengemas pesan keselamatan agar lebih mudah diterima audiens. 

Faktor Kesadaran Masih Jadi Tantangan

Dalam kampanye edukasi tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat Subdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda Metro Jaya, Sri Indira Purnamawati mengatakan, kelompok usia muda masih menjadi perhatian dalam keselamatan lalu lintas.

Hingga Agustus 2026, tercatat 6.815 korban kecelakaan lalu lintas berusia 10–30 tahun. Sementara jumlah pelaku kecelakaan pada kelompok usia 11–30 tahun mencapai 3.583 orang.

Sepeda motor juga masih menjadi kendaraan yang dominan terlibat kecelakaan. Di wilayah DKI Jakarta, tercatat sekitar 12.428 kasus kecelakaan sepeda motor hingga periode tersebut. Jakarta Timur tercatat dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 3.762 kasus.

Sri mengatakan, jumlah kecelakaan dan korban meninggal menunjukkan penurunan. Kendati begitu, kasus luka berat masih menjadi tantangan dalam keselamatan lalu lintas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan upaya pencegahan sekaligus penanganan kecelakaan.

Gambaran mengenai pentingnya perilaku pengendara juga terlihat dalam data Pusiknas Polri yang dikutip Databoks. Pada semester I 2025, terdapat 71.636 kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Sebanyak 67.800 kasus atau sekitar 94,6% dikategorikan disebabkan faktor manusia.

Proporsi serupa tercatat pada 2023. Dari 148.798 kecelakaan lalu lintas yang terjadi, sebanyak 140.812 kasus atau 94,63% dikaitkan dengan faktor manusia.

Data tersebut memperlihatkan besarnya peran perilaku dalam keselamatan berkendara. Kondisi kendaraan dan infrastruktur tetap menjadi bagian penting dalam pencegahan kecelakaan, namun keputusan pengendara di jalan turut menentukan seberapa besar risiko dapat ditekan.

Safety Riding Dimulai dari Keterampilan dan Kesadaran

Ketua Yayasan AHM, Ahmad Muhibbuddin mengatakan, keselamatan berkendara atau safety riding mencakup dua aspek yang perlu berjalan beriringan, yakni keterampilan berkendara dan kesadaran terhadap keselamatan.

“Jadi ini ada dua hal. Satu, skill berkendara kita sama kesadaran kita akan keselamatan berkendara. Ini dua hal yang berbeda,” ujar Ahmad.

Menurut dia, keterampilan berkendara mencakup kemampuan teknis seperti memperhatikan kondisi sekitar sebelum melakukan manuver hingga menggunakan rem dengan tepat. Namun, kemampuan tersebut diikuti kesadaran untuk menerapkan perilaku berkendara yang aman.

Yayasan AHM menjalankan sejumlah program keselamatan berkendara melalui edukasi di sekolah dan kampus hingga pelatihan yang menyasar agen perubahan di masyarakat.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan, edukasi safety riding diarahkan untuk membangun kesadaran yang dapat ditularkan dari individu ke lingkungan sekitarnya.

“Tidak hanya melatih skill (keterampilan) tapi bagaimana influence (memengaruhi) orang untuk punya kesadaran terhadap keselamatan berkendara,” katanya.

Pendidikan juga dinilai memiliki peran dalam membentuk perilaku tertib di jalan. Dekan FMIFA UNJ, Hadi Nasbey berujar, pendidikan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih disiplin dalam menjalankan berbagai aktivitas, termasuk ketika berkendara.

Ia juga menekankan pentingnya membangun collective intelligence atau kecerdasan kolektif. Menurut Hadi, keselamatan akan lebih kuat ketika pengetahuan dan kesadaran mengenai berkendara aman dibangun bersama melalui kolaborasi berbagai pihak.

Film Pendek, Dari Pesan Menjadi Cerita

Tantangan berikutnya yakni menyampaikan pesan tersebut kepada audiens. Imbauan mengenai penggunaan perlengkapan keselamatan atau larangan melakukan tindakan tertentu di jalan bisa kehilangan daya tarik ketika disampaikan berulang dengan cara yang sama.

Pendekatan kreatif menjadi salah satu pilihan untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dalam talkshow kedua bertajuk “From Idea to Impact: Merancang Film Pendek yang Menggerakan”, Cinematographer & Content Creator Indonesia, Goen Rock mengatakan, pembuat film sebaiknya tidak memulai proses kreatif dari kamera atau visual.

Menurut Goen, cerita menjadi fondasi pertama yang perlu ditentukan. Pembuat konten perlu memahami cerita yang ingin disampaikan sekaligus alasan audiens peduli terhadap cerita tersebut.

Dalam konteks kampanye keselamatan berkendara, pesan dapat dibangun melalui pengalaman dan karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Penonton dapat diajak mengikuti perjalanan seorang karakter, memahami risikonya, kemudian melihat konsekuensi dari keputusan yang dibuat di jalan.

Pendekatan semacam ini membuat pesan keselamatan hadir sebagai bagian dari cerita, bukan sekadar imbauan atau larangan. Ketika penonton sudah memiliki keterikatan dengan karakter, pesan yang disisipkan dalam alur cerita berpeluang diterima secara lebih natural.

Strategi tersebut semakin relevan di tengah konsumsi konten digital yang serba cepat. Deputy Head Social Media Katadata, Maria Margaretha mengutarakan, konten digital harus mampu menarik perhatian audiens sejak awal.

Lima detik pertama menjadi bagian penting untuk mempertahankan perhatian penonton. Selain hook, kreator juga perlu memahami karakter target audiens, tren di setiap platform, konsistensi produksi, serta membuat konten yang orisinil dan mudah dipahami.

Dengan pendekatan tersebut, kampanye keselamatan berkendara memiliki peluang menjangkau audiens yang lebih luas. Film pendek dapat mengubah informasi mengenai safety riding menjadi cerita yang dekat dengan pengalaman sehari-hari, terutama bagi generasi muda.

Kolaborasi antara institusi, dunia pendidikan, komunitas, media, dan kreator menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan pesan tersebut. Ketika safety riding dikemas dalam bahasa dan medium yang dekat dengan audiens, pesan keselamatan memiliki ruang lebih besar untuk diterapkan dalam perilaku sehari-hari di jalan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...