Setelah Banjir, Produktivitas Padi di Aceh Barat Kembali Berangsur Pulih
Produktivitas sawah petani di Kabupaten Aceh Barat, Aceh, mulai pulih setelah terdampak banjir pada November 2025. Di Gampong Pasi Aceh Baroh, hasil panen kelompok tani Samsul Bahari kini kembali ke kisaran 6,2-7 ton gabah per hektare, setelah sempat anjlok menjadi sekitar empat ton per hektare.
Pemulihan ini didukung program optimalisasi lahan (oplah) yang dijalankan Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah. Selain itu, petani juga menerima bantuan sarana produksi pertanian untuk membantu mereka kembali mengoptimalkan lahan.
Samsul mengelola lahan seluas 10,65 hektare bersama sembilan anggota kelompok taninya. Sebelum bencana hidrometeorologi melanda, produktivitas sawah mereka berkisar 6-7 ton per hektare. Banjir kemudian menekan hasil panen hingga sekitar empat ton per hektare.
Melalui program optimalisasi lahan, kelompok tani tersebut mulai memulihkan produktivitas sawahnya. Perkembangan itu terlihat setelah mereka menjalani dua kali panen dengan hasil yang kembali mendekati kondisi sebelum bencana.
“Sekarang sudah dua kali panen. Rata-rata panen kami kini 6,2 sampai 7 ton,” kata Samsul.
Selain oplah, bantuan pemerintah turut menopang keberlanjutan kegiatan pertanian di wilayah tersebut. Kelompok tani Samsul menerima bantuan benih padi serta dukungan infrastruktur pengairan, termasuk pipanisasi, untuk menunjang pengelolaan lahan.
Bantuan ini dinilai penting bagi petani yang berupaya memulihkan usaha tani setelah bencana. Samsul berharap dukungan serupa terus diberikan agar produktivitas sawah tetap terjaga dan usaha pertanian mereka bisa berkembang.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Presiden, terutama kepada Bapak Menteri Pertanian dan Bapak-Bapak Satgas yang telah membantu kami, termasuk membantu pipanisasi dan memberikan bantuan bibit. Mudah-mudahan ke depannya bisa membantu kami lebih banyak lagi,” ujarnya.
Pemulihan pertanian di Aceh Barat juga dilakukan dengan menyesuaikan bantuan terhadap kondisi lahan. Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Aceh Barat, Mahyudanil, mengatakan pemerintah daerah mengusulkan varietas benih yang sesuai dengan karakteristik lahan, terutama kondisi air.
Berdasarkan usulan tersebut, Kementerian Pertanian menyalurkan benih padi varietas Inpari 32 untuk mendukung penanaman di lahan terdampak.
“Berdasarkan usulan yang kami sampaikan kepada Kementerian Pertanian, mengingat kondisi lahan kita yang memang membutuhkan varietas yang tahan terhadap kondisi air, benih yang disarankan adalah Inpari 32. Jadi, kami menerima bantuan benih padi Inpari 32 dari Kementerian Pertanian,” kata Mahyudanil.
Menurut Mahyudanil, total bantuan benih padi yang diterima Aceh Barat mencapai sekitar 45.000 kilogram atau 45 ton. Distribusinya disesuaikan dengan luas lahan, dengan kebutuhan sekitar 25 kilogram benih per hektare.
Dukungan juga diberikan melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pada September 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat menyalurkan 74 unit alsintan yang terdiri atas traktor, hand tractor, pompa air, dan hand sprayer.
Bantuan benih dan alsintan tersebut ditujukan untuk menunjang kegiatan budi daya serta membantu petani mengoptimalkan kembali lahan pertanian mereka.
Bagi Samsul dan kelompok taninya, peningkatan hasil panen menjadi salah satu indikator kemajuan pemulihan pascabanjir. Produktivitas yang kini kembali mendekati kondisi sebelum bencana membuka peluang bagi petani untuk melanjutkan usaha tani mereka.
Ke depan, menjaga keberlanjutan produksi menjadi tantangan berikutnya agar lahan pertanian tetap produktif dan mampu menopang penghidupan keluarga petani di Aceh Barat.
