Tragedi Suporter Bola, Rivalitas Jangan Korbankan Nyawa

Oleh Anshar Dwi Wibowo, 26 September 2018

Kasus kematian suporter sepak bola telah menjadi masalah serius.

Tragedi Suporter Bola, Rivalitas Tak Perlu Berkorban Nyawa
Unduh Infografik
Share

Pengeroyokan berujung tewasnya salah seorang suporter klub sepak bola Tanah Air kembali terjadi. Kasus terbaru menimpa Haringga Sirila (23), seorang suporter Persija Jakarta. Alih-alih mendukung tim kesayangannya bertanding, ia justru tewas di tangan oknum suporter lawan.

Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi sebelum dimulainya laga antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, (23/9) lalu. Haringga bukan satu-satunya korban rivalitas antara Persib dan Persija. Setidaknya ada 6 tragedi berujung maut sejak 2012. 

Kejadian memilukan ini sekaligus menambah panjang catatan kelam di persepakbolaan nasional. Sejak 1995 hingga 2018, setidaknya terjadit 62 kasus kekerasan di lingkungan pertandingan sepak bola.

Menurut Koordinator SOS Akmal Marhali, diperlukan antisipasi dan penanganan serius dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan pemerintah. Pasalnya, kasus kematian suporter sepak bola telah menjadi masalah serius dan menelan banyak korban nyawa.

PSSI sendiri telah membuat keputusan untuk menghentikan Liga 1 hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Selama masa tersebut PSSI akan melakukan investigasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.