Pengusaha Perempuan Didukung Keluarga, tapi Diabaikan Bank

Oleh Tim Publikasi Katadata, 6/2/2019, 11.01 WIB

Sekitar 88 persen pengusaha perempuan masih kesulitan memperoleh akses permodalan dari bank.

Dipersembahkan oleh:
Pengusaha Perempuan Didukung Keluarga Tapi Diabaikan Bank
Unduh Infografik
Share

Meski mendapat dukungan dari keluarga dan pasangan, 9 dari 10 pengusaha perempuan masih menghadapi tantangan finansial khususnya akses permodalan. Hal ini terungkap dalam riset Ekonom Universitas Trisakti, Professor Tulus Tahi Hamonangan Tambunan.

Tantangan lain yang dihadapi pengusaha perempuan adalah sulitnya mendapat bahan mentah. Apalagi, ada sejumlah bahan mentah tertentu yang harganya mahal. Hambatan inilah yang dihadapi oleh 67 persen pengusaha perempuan.

Riset yang sama menyebutkan bahwa 40 persen respondennya berbisnis karena dorongan keinginannya sendiri, bukan terpaksa.

 

 

This article was produced in partnership with Investing in Women, an initiative of the Australian Government that promotes women’s economic empowerment in South East Asia.

Investing in Women

Investing in Women merupakan inisiatif Pemerintah Australia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan pengurangan kemiskinan di Asia Tenggara. Investing in Women didirikan untuk meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan, membangun pasar bagi perempuan dan mempengaruhi lingkungan sektor swasta dan publik untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan di Filipina, Vietnam, Myanmar dan Indonesia.