Konflik Global, Peluang Baru Bagi Ekspor Indonesia

Uji Sukma Medianti
Oleh Uji Sukma Medianti - Tim Publikasi Katadata
27 Agustus 2026, 14:59

Ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik membuat perdagangan internasional menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perang dagang, perubahan kebijakan perdagangan, hambatan non-tarif, hingga persaingan antarnegara eksportir menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi arus perdagangan dan permintaan terhadap produk Indonesia.

Di tengah kondisi tersebut, Indonesia perlu terus memperkuat posisi di pasar global. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah memperluas tujuan ekspor sehingga tidak terlalu bergantung pada pasar-pasar tradisional. Diversifikasi pasar menjadi semakin penting untuk menjaga stabilitas ekspor sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru bagi pelaku usaha nasional.

Kinerja ekspor nonmigas Indonesia menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan masih memiliki daya tahan. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor nonmigas Indonesia tercatat US$219,4 miliar pada 2021, kemudian meningkat menjadi US$275,9 miliar pada 2022.

Setelah mengalami penurunan menjadi US$243,6 miliar pada 2023, ekspor kembali meningkat menjadi US$250,7 miliar pada 2024 dan mencapai US$269,8 miliar pada 2025.

Besarnya nilai tersebut menunjukkan bahwa produk Indonesia masih memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional. Selain mempertahankan pasar yang sudah ada, Indonesia juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan pasar baru melalui komoditas yang memiliki permintaan dan nilai tambah tinggi.

Dari sisi komoditas, peluang ekspor tidak hanya berasal dari sektor berbasis sumber daya alam, tetapi juga dari produk manufaktur dan produk olahan.

Makanan dan minuman olahan, kelapa sawit beserta turunannya, kopi, kakao, rempah-rempah, produk perikanan, ekonomi kreatif, furnitur, tekstil, pakaian jadi, alas kaki, hingga produk berbasis nikel dan baterai kendaraan listrik menjadi sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan.

Namun, ekspansi ekspor juga menghadapi sejumlah tantangan. Pelaku usaha harus berhadapan dengan meningkatnya hambatan perdagangan, fluktuasi nilai tukar, biaya logistik yang relatif tinggi, serta persaingan yang semakin ketat dengan negara eksportir lainnya. Di sisi lain, masih terdapat keterbatasan jumlah UMKM yang mampu memenuhi standar dan persyaratan ekspor.

Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan ekspor nasional. UMKM perlu didorong agar mampu meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar pasar internasional, serta memahami berbagai persyaratan dan regulasi di negara tujuan ekspor.

Pemerintah juga perlu terus membuka akses ke pasar baru dan memperluas kerja sama perdagangan dengan berbagai negara. Diversifikasi pasar, pengurangan hambatan perdagangan, peningkatan daya saing produk, serta integrasi Indonesia ke dalam rantai pasok global menjadi langkah penting agar produk nasional memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

Dengan memanfaatkan potensi komoditas unggulan sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha, Indonesia memiliki peluang untuk menjadikan dinamika perdagangan global sebagai momentum memperluas pasar ekspor.

Strategi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga mendorong peningkatan nilai tambah dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini