INFOGRAFIK: Aksi Korporasi "Tukar Guling" Raksasa Susu UHT

Leoni Susanto
25 September 2026, 13:56

PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan menggelar rights issue jumbo untuk mengakuisisi 100% saham Frisian Flag Indonesia (FFI). Aksi korporasi ini akan menggabungkan dua raksasa produsen susu ultra heat treatment (UHT) di Indonesia.

Dalam keterbukaan informasi ULTJ, perusahaan akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau PMHMETD senilai maksimal Rp16,9 triliun. Hasil dari PMHMETD akan digunakan untuk mengambil alih seluruh saham FFI dalam bentuk nontunai atau inbreng.

“Perseroan bermaksud untuk meminta persetujuan kepada para pemegang saham Perseroan atas Rencana PMHMETD IV dalam RUPSLB yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Oktober 2026,” tulis laporan keterbukaan informasi, Jumat, 18 September.

Pengendali FFI, FrieslandCampina International, juga akan menjadi pengendali baru ULTJ dalam aksi korporasi ini. FrieslandCampina akan masuk ke dalam ULTJ dengan kepemilikan 28,95%-30,81%.

Meski begitu, porsi kepemilikan saham terbesar ULTJ tetap dipegang pendiri perusahaan atau keluarga Prawirawidjaja, yang terdiri dari Sabana Prawirawidjaja, Suhendra Prawirawidjaja, Samudera Prawirawidjaja, dan PT Prawirawidjaja Prakarsa. Kepemilikan keluarga akan turun dari 82,08% menjadi minimal 46,69% setelah aksi korporasi.

Gabungan kekuatan dua raksasa perusahaan susu ini bakal mengubah peta bisnis susu UHT tanah air. Jika mengacu pada survei Nielsen yang dikutip dalam paparan publik ULTJ 2023 lalu, gabungan kekuatan ULTJ dan FFI mencakup setengah dari pangsa pasar Indonesia.

Kedua perusahaan juga diketahui telah menambah kapasitas produksi lewat pengoperasian pabrik susu baru dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, ULTJ mulai mengoperasikan pabrik susu baru seluas 20 hektar di Kawasan Industri MM2100 di Cibitung, Kabupaten Bekasi. Kapasitas produksinya diestimasi mencapai 400.000 ton per tahun.

Di sisi lain, FFI meresmikan pabrik susu baru seluas 25,4 hektar di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada 2024. Kapasitas produksi pabrik ini diestimasi dapat mencapai 700.000 ton per tahun.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antoineta Amosella
Editor: Reza Pahlevi

Cek juga data ini