Cara Mengirim CV Lewat Email, Ini Poin Pentingnya
Cara mengirim CV lewat email menjadi salah satu alternatif paling cepat untuk melamar pekerjaan. Sekarang ini, banyak sekali cara untuk melamar dan mencari informasi tentang pekerjaan. Hal tersebut memicu pada tingginya kebutuhan perusahaan akan Sumber Daya Manusia.
Mengingat pekerjaan yang tak ada habisnya, ternyata persaingan untuk mendapatkan pekerjaan juga tidak semudah yang dibayangkan. Latar belakang pendidikan yang sesuai dan terampil, tidak menjamin Anda akan mendapatkan pekerjaan dengan mudah.
Jalur melamar melalui portal pekerjaan juga cukup digandrungi saat ini. Selain mudah diakses, lowongan pekerjaan yang ditawarkan cukup banyak dan lengkap. Hampir semua posisi dengan latar pendidikan yang Anda inginkan tersedia. Beberapa portal untuk melamar kerja tersebut seperti, LinkedIn, Kalibrr, Jobstreet, Glint dan masih banyak lagi.
Di samping itu, masih ada perusahan-perusahaan yang mengutamakan lamaran pekerjaan yang dikirim secara manual melalui alamat email. Walaupun lebih rumit, bentuk lamaran seperti ini cenderung lebih personal. Anda dapat lebih leluasa untuk menyampaikan kalimat lamaran kepada rekruter. Jalur melamar dengan cara mengirim CV lewat email juga dirasa lebih intim.
Dalam mengirimkan lamaran ke alamat email ternyata juga tidak semudah itu. Sebagai pelamar, Anda harus berhati-hati dan teliti dalam membuat lamaran. Baik dari segi keterampilan, kelengkapan hingga tata bahasa dan kelayakan isi email yang akan diterima rekruter.
Tak sedikit orang meyakini bahwa isi, tepatnya pada body email lumayan berpengaruh terhadap peluang diterimanya pekerjaan. Maka dari itu, sepertinya penjelasan di bawah ini berguna untuk Anda yang sedang bingung membuat lamaran melalui e-mail dan sedang mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Bisa jadi langkah-langkah di bawah ini merupakan solusi untuk Anda.
Berikut ini merupakan cara mengirim CV lewat email yang baik dan benar.
1. Memastikan Alamat Email
Walaupun jarang terjadi, kesalah dalam menuliskan alamat email bisa berakibat fatal, sehingga harus dihindari. Pastikan alamat email tujuan Anda tidak ada yang salah, dengan cara melakukan pemeriksaan kembali, sebelum email dikirimkan.
2. Menuliskan Subjek dengan Tepat
Pada kolom subjek, pastikan Anda menuliskan nama lengkap dan posisi yang dilamar secara tepat. Ini bertujuan untuk memudahkan rekruter untuk mengorganisir lamaran, serta menghindari tertimbunnya email masuk.
3. Perhatikan Kerangka Badan Email
Body e-mail harus ditulis dengan benar. Hal ini bertujuan agar pesan Anda nyaman dibaca, jelas dan langsung ke intinya.
4. Melampirkan Dokumen Lamaran
Dokumen lamaran harus menggunakan penamaan yang jelas dengan format pdf. Contohnya seperti ‘CV – Aditya Afnan.’ Penamaan demikian juga berlaku untuk dokumen lainnya, misalnya seperti pas foto, cover letter dan portofolio. Dokumen dapat dikirimkan secara terpisah dengan format yang sama ataupun digabungkan. Pastikan dokumen Anda lengkap dan sesuai dengan informasi yang dibutuhkan perusahaan.
5. Memperhatikan Ukuran Dokumen
Lamaran pekerjaan baiknya berukuran kurang dari 2 MB. Hal tersebut karena dokumen dapat memakan ruang penyimpanan yang banyak. Ujung-ujungnya membuat rekruter mengurungkan niat untuk mengunduh dokumen lamaran. Di samping itu, hal ini sudah umum diterapkan, baik melalui e-mail ataupun portal pekerjaan. Bahkan ada perusahaan yang memiliki bot pendeteksi apabila dokumen pelamar berukuran lebih dari yang ditentukan. Pihaknya akan membalas e-mail dan mengarahkan Anda untuk mengirim kembali lamaran dengan ukuran yang lebih kecil.
6. Menyampaikan Harapan
Hal ini berguna untuk menunjukkan niat baik dan keinginan besar Anda untuk bekerja di posisi yang diinginkan. Dengan demikian, rekruter dapat memastikan bahwa Anda merupakan salah satu kandidat yang serius untuk bekerja.
7. Mengirimkan Email di Waktu Tepat
Nah, hal ini juga harus diperhatikan. Mengingat ada hari libur, Anda tidak bisa mengirimkan lamaran di hari apa saja. Sebaiknya lamaran dikirimkan pada hari kerja, yaitu Senin sampai Jumat. Tak lupa di jam kerja, misalnya pada pukul 8 pagi hingga 5 sore. Hal demikian untuk meningkatkan peluang CV Anda agar ditinjau oleh rekruter. Apabila lamaran dikirim pada hari libur, ditakutkan e-mail akan tertimbun dan terlewatkan.
8. Mengonfirmasi dan Mengontak Kembali
Salah satu bentuk keseriusan Anda melamar pekerjaan adalah dengan memberikan konfirmasi lanjutan terkait lamaran. Hal ini dapat dilakukan apabila memungkinkan dan Anda memiliki kontak rekruter usai mengirimkan CV melalui email.
Setelah penjelasan cara mengirim CV lewat email, berikut merupakan contoh kerangka badan email yang benar:
- Jangan lupakan salam
- Perkenalkan diri Anda dengan benar
- Informasikan dari mana Anda menemukan lowongan pekerjaan
- Sampaikan niat dan maksud Anda mengirim e-mail
- Tuliskan data diri secara singkat
- Cantumkan kontak bercetak tebal untuk menyorot informasi penting
Tak hanya itu, di bawah ini adalah contoh CV yang dikirim melalui email yang benar. Pastikan Anda sudah menyimak tulisan di atas agar tidak ada yang keliru. Berikut ini contohnya:
Nah, di atas tadi merupakan cara mengirim CV lewat email yang baik dan benar beserta contohnya. Hal tersebut bertujuan untuk memperjelas isi lamaran pekerjaan dan mempermudah rekruter untuk membaca lamaranmu.