Capreskan Anies Baswedan, Kenapa Nasdem Majukan Jadwal Deklarasi?

Nasdem tegaskan deklarasi Anies Baswedan sebagai capres tak terkait kasus di KPK
Ade Rosman
3 Oktober 2022, 13:06
Nasdem umummkan Anies Baswedan
Twitter Andi Arief
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, Ketum Nasdem Surya Paloh, Ketum PKS Ahmad Syaikhu, dan Jusuf Kalla. Foto: Twitter Andi Arief.

Partai Nasional Demokrat hari ini, Senin (3/10) mengumumkan pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai calon presiden pada pemilu 2024. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Ketua DPP Partai Nasdem, Surya Paloh.

Deklarasi Anies sebagai capres yang dilakukan hari ini memunculkan spekulasi masyarakat. Dalam laman komentar akun youtube Metro TV yang menyiarkan langsung prosesi deklarasi sejumlah komentar muncul terkait pemilihan waktu. Di media sosial twitter pun pembicaraan mengenai Nasdem melenggang menjadi terpopuler ketiga.

Munculnya spekulasi itu tak lepas dari pergeseran waktu pengumuman deklarasi Anies. Sebelumnya Nasdem menyebut akan mengumumkan calon presiden pada 10 November mendatang. Ditambah lagi, saat ini nama Anies sedang ramai dibicarakan terkait pemeriksaan dugaan kasus korupsi penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta.

Advertisement

Menanggapi hal itu, Surya Paloh hanya menjawab santai. Ia menyebut pemilihan hari ini karena dianggap hari baik dan tidak ada alasan khusus.

“Apa terkait KPK ga? Mana kita tahu karena yang saya tahu ga ada kaitannya. Saya sungguh-sungguh tidak melihat ada kaitannya antara Nasdem, KPK, dan Anies Semua berjalan masing-masing” ujar Paloh dalam konferensi pers usai deklarasi.

Menurut Paloh, munculnya berbagai spekulasi mengenai pemilihan waktu adalah hal yang wajar. Nasdem akan berfokus pada penyiapan berbagai langkah untuk menyukseskan pengepresan Anies. Ia mengingatkan kader Nasdem untuk tidak menjadikan isu waktu deklarasi sebagai hal yang penting untuk ditanggapi.

"Ini hari kita mendeklarasikan antara ANies sebagai capres. Terjadi berbagai macam persepsi itulah hidup. Dan terimalah kehidupan.”

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi telah memeriksa Anies Baswedan untuk mendalami dugaan korupsi pelaksanaan formula E Jakarta Namun Anies hanya dimintai keterangan sebagai saksi. Anies pun telah menjalani proses klarifikasi selama 11 jam, pada Rabu (7/9) lalu.

Reporter: Ade Rosman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait