PT PPA Tuntaskan Pengelolaan Aset Kualitas Rendah Bank Muamalat

Dalam mengelola aset berkualitas rendah Bank Muamalat, PT PPA menggunakan sejumlah skema restrukturisasi berdasarkan uji tuntas dengan manajemen risiko yang terukur.
Image title
Oleh Lavinda
18 November 2021, 12:23
Bank Muamalat
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Bank Muamalat

PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PT PPA telah menuntaskan pengelolaan aset berkualitas rendah PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Skema penyelesaian aset berkualitas rendah ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi industri perbankan.

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Aset dan Penguatan Struktur Permodalan Bank Muamalat pada Senin (15/11) di Jakarta. Ini merupakan tindak lanjut dari Master Restructuring Agreement (MRA) pada 15 September lalu. 

Acara penandatanganan dihadiri oleh Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K Permana, Ketua Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, Anggota Badan Pelaksana BPKH Iskandar Zulkarnain, Direktur Utama PT PPA Yadi Jaya Ruchandi, Direktur PT PPA Adi Pamungkas Daskian

Selain itu, hadir pula kuasa dari Islamic Development Bank Mohamad Adhi Prakoso Dipo dan Dimas R A Ario Bimo dari Melli Darsa & Co selaku kuasa dari SEDCO Group.

Direktur Utama PT PPA Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, penandatanganan perjanjian ini merupakan sejarah bagi PT PPA dalam mendukung industri perbankan syariah Indonesia. Dia berharap skema penyelesaian aset berkualitas rendah dengan aset produktif (asset swap) dapat diimplementasikan di industri perbankan nasional.

“Pengelolaan aset berkualitas rendah Bank Muamalat merupakan bagian dari komitmen untuk menjalankan pilar bisnis Pengelolaan NPL (rasio kredit bermasalah) perbankan," kata Yadi dalam keterangan tertulis, Kamis (18/11).

Dalam mengelola NPL, PT PPA menggunakan sejumlah skema restrukturisasi berdasarkan uji tuntas dengan manajemen risiko yang terukur. Dia berharap pengelolaan NPL perbankan dapat menjadi solusi dan membuka peluang untuk bersinergi dengan industri perbankan, baik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun swasta.

Menurut dia, rangkaian transaksi selanjutnya diharapkan dapat memulihkan aset secara maksimal, sehingga dapat membantu bank syariah pertama di Indonesia ini tumbuh dengan model bisnis yang lebih baik. Nantinya, Bank Muamalat akan menjadi salah satu lokomotif industri perbankan syariah dan memajukan pelayanan ibadah haji di Indonesia.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait