Mahaka Media Rombak Manajemen dan Ganti Nama, Jadi Apa?

Mahaka Media mengangkat Farash Farich sebagai Direktur Utama perusahaan. Sebelumnya, dia merupakan direktur perusahaan aset manajemen.
Image title
Oleh Lavinda
27 Juni 2022, 18:13
Mahaka
Arief Kamaludin|KATADATA
Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir bersama saudaranya, pemilik Grup Mahaka Erick Thohir menyerahkan dokumen data aset kekayaan di Kanwil DJP Jakarta Selatan II, Jakarta, Rabu (14/9).

Pemegang saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) sepakat merombak jajaran direksi dan komisaris perusahaan. Tak hanya itu, perusahaan media milik keluarga Thohir itu juga melakukan re-branding (pembaruan citra) dengan mengubah nama menjadi Mahaka X.

Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung Senin (27/6) hari ini.

"Perusahaan mengangkat Farash Farich sebagai Direktur Utama yang memiliki pengalaman di bidang pasar modal dan keuangan," demikian hasil RUPST tertulis yang diterima Katadata.co.id, Senin (27/6).

Sebelumnya, Farash Farich mengawali karir sebagai Fund Manager di PT AAA Asset Management sekitar 12 tahun lalu. Kemudian, karirnya terus meningkat, hingga terakhir menjadi Direktur PT Avrist Asset Management. 

Advertisement

Selain itu, pemegang saham juga mengangkat Vincentius Dicky Haryanto sebagai Direktur Mahaka Media. Sebelumnya, Vincentius bekerja di Google Indonesia sebagai Industry Manager (e-Commerce) and Strategic Partnership Development Manager.

Mahaka Media juga menunjuk Aliya Tjakraamidjaja sebagai Chief Operating Officer. Beliau merupakan Co-Founder/COO di Tinkerlust dan Co-Founder/Sales and External Partnership Director di Stellar Women.

Di jajaran komisaris, emiten milik Erick Thohir ini menunjuk anggota dewan komisaris yang terdiri dari, Mahendra Agakhan Thohir sebagai Komisaris Utama, Rudi Laksmana dan Martin Suharlie sebagai Komisaris, serta Angkie Yudistia dan Aldo Rambie sebagai Komisaris Independen.

"Komposisi anggota dewan komisaris ini merepresentasikan stakeholders (pemangku kepentingan) yang lebih luas dengan perwakilan dari founders, manajemen senior, wanita, dan industri teknologi," ujar manajemen.

Ubah Citra

Dalam RUPST, pemegang saham juga sepakat perusahaan untuk melakukan rebranding dengan mengubah nama menjadi Mahaka X. Hal ini akan mengimplementasikan strategi baru berfokus pada media dan teknologi digital melalui empat pilar yakni, konten dan penerbitan, layanan pemasaran, kreator dan komunitas serta, percakapan dan perdagangan.

Bersamaan dengan perubahan nama, perusahaan juga akan berfokus pada dua program utama. Pertama, perusahaan akan meluncurkan inisiatif teknologi baru untuk unit bisnis yang sudah ada, yakni memperkuat brand Republika dan menawarkan solusi baru bagi komunitas Muslim dengan meluncurkan inovasi platform muslim, Inaya.

Kedua, perusahaan juga akan berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekosistem ekonomi kreator Indonesia. Melalui unit bisnis baru ini, perusahaan akan memberdayakan content creator dengan cara membantu para kreator menciptakan konten kreatif berkualitas, meningkatkan infrastruktur bisnis, dan membuka jalur monetisasi.

Dengan demikian, perusahaan dapat memberikan solusi pemasaran yang lebih lengkap untuk perusahaan mitra.

Kinerja Finansial Mahaka Media

Direktur Utama Mahaka Media, Farash Farich mengatakan, teknologi dan digital adalah dua kata yang akan menentukan perkembangan lanskap media di masa depan. Maka itu, dia meyakini inisiatif dan strategi bisnis media teknologi dapat memberikan performa finansial yang unggul bagi perusahaan dan pemegang saham.

"Dengan strategi bisnis baru, kami juga melihat adanya peluang bisnis untuk mengembangkan ekonomi kreator Indonesia. Kami yakin unit bisnis baru di Mahaka X dapat mendorong pertumbuhan perusahaan di masa depan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan 2021, Mahaka mencatat pendapatan sebesar Rp 168,7 miliar atau naik 6,4% dari pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 158,6 miliar. Kontribusi terbesar pendapatan konsolidasi tahun lalu berasal dari pendapatan iklan, yakni Rp 95,3 miliar atau 56,5% terhadap total pendapatan konsolidasi.

Sejalan dengan perbaikan ekonomi dan bisnis seiring perubahan dari pandemi menuju endemi, kinerja bisnis perusahaan dinilai mulai membaik secara perlahan.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait