Techno9 Resmi IPO: Sempat Melambung, Harga Saham Terjun 2,6% di Sesi I

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, harga saham Techno9 (NINE) mengalami penurunan 2,67% ke level Rp 73 per saham.
 Zahwa Madjid
5 Desember 2022, 12:40
Techno9
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Karyawan melintas di bawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) melaksanakan pencatatan atau listing perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Senin (5/11). Pada pembukaan perdagangan perdananya, harga saham NINE melambung 9,3% ke level Rp 82 dari level harga Initial Public Offering (IPO) Rp 75.

Namun, pada penutupan sesi pertama perdagangan, harga saham NINE terjun 2,67% ke level Rp 73. Saham ditransaksikan pada rentang harga Rp 70 - Rp 82.

Berdasarkan data RTI, volume perdagangan saham sampai perdagangan sesi I hari ini tercatat 281,44 juta dengan nilai transakai Rp 21,63 miliar. Adapun, frekuensi 21.852 kali dan harga rata rata Rp 76,9 . Sedangkan kapitalisasi pasar NINE tercatat Rp 157,46 miliar.

Perusahaan teknologi dengan sandi saham NINE ini menjadi emiten ke 55 yang mencatatkan sahamnya dalam BEI tahun 2022.

Sebelumnya, perseroan melakukan masa penawaran umum sejak 28 November 2022 hingga 1 Desember lalu. Dalam IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak 432 juta saham baru atau sekita  20,03% dari seluruh total modal disetor penuh setelah IPO. 

Saham baru ditawarkan dengan harga penawaran sebesar Rp75 per saham. Sedangkan jumlah keseluruhan dana IPO yang terkumpul sebesar Rp 32,4 miliar.

Sebagai informasi, perseroan mengalami oversubscribed sebanyak 3,81x dari total saham IPO NINE atau oversubscribed sebanyak 5,55x dari porsi pooling.

Dalam keterangan resminya, Direktur Utama NINE Heddy Kandou mengatakan, perusahaan memiliki manajemen yang berpengalaman di bidang industri teknologi informasi lebih dari 15 tahun, dan memiliki pengalaman dalam merencanakan dan mengeksekusi strategi-strategi usaha serta memahami seluk beluk pasar serta perilaku konsumen.

“Sehingga perseroan dapat menyusun strategi penjualan dan pemasaran produk dan jasa yang tepat, efektif, dan efisien,” kata Heddy dalam keterangan resmi Senin (5/12).

Techno9 berdiri pada tahun 2010 sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan komputer dan perlengkapannya. Perseroan juga memiliki layanan one stop solution. Produk dan jasa yang perseroan tawarkan kepada pelanggan antara lain layanan pengelolaan teknologi informasi (TI), infrastruktur TI, dan Cabling solutions dan surveillance solutions. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, membukukan kenaikan laba kotor 31,4% per September 2022 menjadi Rp 3,94 miliar dari sebelumnya Rp 3 miliar per Desember 2021.

Sedangkan dari sisi Aset, NINE mencatatkan per September 2022, Rp 23,1 miliar atau meningkat 19,5% dari periode Desember 2021. Yakni hanya Rp 19,3 miliar unaudited.

Untuk neraca liabilitas perusahaan naik 57,7% per September 2022 menjadi Rp 6,70 miliar dari sebelumnya Rp 4,25 miliar per Desember 2021. Dari sisi Ekuitas, perusahaan per September 2022 Rp 16,4 miliar atau naik 8,86%. Sebelumnya per Desember 2021 perusahaan mencatatkan ekuitas Rp 15,1 miliar.

Reporter: Zahwa Madjid
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait