Kasus Covid-19 Bertambah 2.557, Angka Kematian Terendah Sejak 30 Mei

Tidak ada provinsi yang melaporkan kasus baru di atas 300 ataupun angka kematian di atas 20 jiwa pada hari ini. Sebuah kabar baik di tengah penanganan pandemi Covid-19.
Image title
24 September 2021, 18:28
Covid-19, pandemi
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Seorang tenaga kesehatan mengikuti Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, Selasa (17/8/2021).

Kementerian Kesehatan melaporkan adanya tambahan kasus Covid-19 sebanyak 2.557 kasus, pada hari ini (24/9). Sementara itu, angka kematian yang dilaporkan adalah sebanyak 144 orang, terendah sejak 30 Mei  2021 (142 jiwa).

 Data Satgas Penanganan Covid-19 mencatat tidak ada satupun provinsi yang melaporkan adanya tambahan kasus di atas 300 pada hari ini. Tambahan kasus terbanyak berasal dari Jawa Tengah, yaitu 286 kasus, disusul kemudian dengan Jawa Timur 219 kasus, dan Jawa Barat 217 kasus.

Sumbangan kasus terbanyak berikutnya berasal dari DKI Jakarta 181 kasus dan Sumatera Utara 157 kasus. Tambahan kasus baru di Jakarta stabil mendekati level 200 kasus per hari dalam tiga hari terakhir.

Adapun, wilayah yang mengalami peningkatan kasus tertinggi ialah Maluku Utara, yaitu sebesar 3 kasus pada hari ini atau naik 200% dibandingkan hari sebelumnya. Kemudian, tambahan kasus dari Bengkulu sebanyak 10 kasus atau meningkat 25% dibandingkan kemarin.

Di Kalimantan Tengah, tambahan kasus Covid-19 sebesar 50 kasus atau naik 21,9% dibandingkan sehari sebelumnya. Selanjutnya, Sumatera Utara mencatat tambahan 157 kasus atau naik 21,7%.

Dengan tambahan kasus sebanyak 2.557 pada hari ini maka total kasus corona di Indonesia mencapai 4.204.116 kasus.

 Adapun jumlah orang meninggal akibat Covid-19 yang tercatat dalam 24 jam terakhir sebanyak 144 orang. Sehingga jumlah kematian akibat virus corona di Indonesia mencapai 141.258 kasus terhitung sejak awal pandemi. Satu catatan positif hari ini adalah tidak ada provinsi yang melaporkan angka kematian di atas 20 jiwa.

Jawa Timur merupakan daerah penyumbang terbesar angka kematian sebanyak 18 jiwa, disusul dengan Jawa Tengah 16 jiwa, serta Jawa Barat 13 jiwa.

Tambahan kasus sebanyak 2.557 ditemukan dengan pemeriksaan terhadap 172.973 orang, sehingga rasio positif atau positivity rate harian tercatat 1,48%. Adapun, positivity rate harian terendah sebesar 1,28% pada 20 September.
Jika memperhitungkan tes NAAT (RT-PCR dan TCM) maka rasio positif harian menjadi 5,35%.

Sementara itu, kasus sembuh yang dilaporkan pada hari ini 4.607 sehingga total kasus sembuh mencapai 4.017.055

 Sebagaimana diketahui, sejumlah kawasan wisata mulai beroperasi seiring penurunan level pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM. Membuncahnya antusiasme masyarakat untuk plesiran membuat tempat rekreasi menjadi sorotan.

Setelah pembatasan sosial akibat pandemi Covid-19, pembukaan tempat wisata menjadi salah satu hal yang didambakan masyarakat. Tak heran, banyak masyarakat yang berkunjung. Fenomena ini disebut revenge travel atau wisata balas dendam.

Menurut Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, tren ini bisa menggagalkan usaha yang selama ini dilakukan untuk membasmi pandemi.

Ia mengkhawatirkan fenomena ini setelah beredar video yang memperlihatkan kerumunan yang terjadi di kafe Holywings, Kemang, Jakarta Selatan.

Zubairi menyimpulkan hal ini merupakan fenomena revenge travel di masa penurunan kasus Covid-19.

"Revenge travel benar-benar sedang terjadi dan bisa lebih besar lagi gelombangnya. Ini harus diwaspadai. Sebab, SARS-CoV-2 belum ke mana-mana. Jangan sampai tren itu membatalkan kemajuan situasi pandemi saat ini. Semoga kita bisa bercermin atas keadaan suram Juni dan Juli silam," tulis Zubairi dalam akun Twitternya.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait