PeduliLindungi Akan Terintegrasi Dengan Aplikasi Milik Kuwait-UEA

Integrasi PeduliLindungi dengan aplikasi negara lain seiring dengan dibukanya kembali Bali untuk wisman dan diiizinkannya kembali jamaah asal Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah,
Image title
14 Oktober 2021, 16:15
PeduliLindungi, UEA, Kuwait
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.
Warga memindai kode batang sertifikat vaksin COVID-19 menggunakan aplikasi PeduliLindungi saat berkunjung di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (30/9/2021)

Kementerian Kesehatan berupaya untuk mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan aplikasi testing dan tracing dari negara lain, seperti Kuwait, Arab Saudi dan negara asal wisatawan mancangera yang berkunjung.

Langkah tersebut diambil seiring dengan dibukanya kembali Bali untuk wisatawan mancanegara dan diiizinkannya kembali jamaah asal Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah,

Hal ini dilakukan agar data sertifikat vaksin maupun hasil tes Covid-19 dapat dibaca oleh otoritas di negara masing-masing melalui aplikasi yang sudah terintegrasi.

Hal itu juga akan memastikan bahwa wisman yang berkunjung ke Indonesia dan masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri sudah memenuhi syarat vaksinasi dan negative Covid-19.

“Jadi kita melakukan integrasi dengan beberapa aplikasi internasional, seperti pesiapan umrah haji dengan aplikasi tawakkalna, kemudian juga dengan Kuwait, Abu Dhabi, dan Uni Emirat Arab," kata Kepala Transformasi Digital Kementerian Kesehatan Setiaji dalam diskusi virtual, Kamis (14/10).

"Sementara  dengan Turki sudah ada mutual recognition, sehingga standarisasi internasional akan diterapkan bagi masyarakat dari kedua negara dan bisa saling menerima standarisasi sertifikat vaksin dan hasil tes,” tambahnya.

 Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama telah membahas skema akses data jemaah umrah pada aplikasi PeduliLindungi, agar dapat dibaca oleh otoritas Pemerintah Kerajaan Arab Saudi saat penyelenggaraan ibadah umrah nanti.

Selain itu, Setiaji mengatakan, aplikasi PeduliLindungi juga nantinya akan dikembangkan untuk memantau sistem karantina wisatawan mancanegara.

PeduliLindungi  juga akan terintegrasi dengan data imigrasi, e-visa, dan asuransi.

“Aplikasi ini akan terus berkembang untuk penanganan Covid-19, khususnya bagaimana kita menjaga ekonomi tetap berjalan tetapi kesehatan bisa tetap terjaga,” ujar dia.

Ia mengatakan, saat ini aplikasi PeduliLindungi kini sudah bisa diakses di 15 aplikasi lain. Ia menyebut, total ada 50 aplikasi yang akan terkoneksi dengan Pedulilindungi.

 Ke-15 aplikasi itu antara lain; Gojek, Grab, Tokopedia, Shopee, Tiket.com, Loket.com, Traveloka, DANA, Livin' by Mandiri, Cinema XXI, LinkAja!, GOERS, JAKI, BNI Mobile, dan M-Cash.

Sampai saat ini aplikasi PeduliLindungi sudah diunduh oleh 60 juta pengguna. Ia menyebut, sembilan juta masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi PeduliLindungi per hari untuk berbagai aktivitas, seperti bekerja, berbelanja, dan menggunakan transportasi umum.

Penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan semakin diperluas dengan mempertimbangkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlaku di suatu daerah dan tingkat penggunaan teknologi.

Di samping itu, pemerintah telah bekerja sama dengan ribuan relawan untuk memastikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi diterapkan secara disiplin baik oleh masyarakat maupun petugas di area publik.

“Relawan ini sudah tersebar kurang lebih di 80 mal, untuk memonitor jalannya pelaksanaan PeduliLindungi ini disiplin atau tidak,” kata dia.

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait