Tingkatkan Produktivitas, Kementan Dorong Budidaya Padi IP400
Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan pengembangan budidaya padi IP400 atau penanaman padi 4 kali setahun. Sistem budidaya tersebut diharapkan semakin meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
Salah satu wilayah yang menerapkan budidaya IP400 adalah Bulukumba, di Sulawesi Selatan. Luas lahan yang menggunakan budidaya IP400 mencapai 250 hektare.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kementan akan memperluas pengembangan budidaya padi IP400 menjadi 2.000 hektare pada tahun ini. Bila berhasil, jumlah tersebut akan ditingkatkan lagi hingga 10.000 hektare.
"Pertanian Bulukumba tidak boleh kalah dengan daerah lain. Program padi IP400 ini adalah upaya mendorong produktivitas, produksi dan kesejahteraan petani dengan bertani yang maju, mandiri dan modern," tutur Yasin Limpo saat mengunjungi Bulukumba akhir pekan lalu, seperti disampaikan dalam keterangan resmi Senin (7/2).
Dia menambahkan kunci program IP400 adalah menggunakan benih genjah, kualitas unggul, pupuk berimbang, pupuk organik dan manajemen air irigasi.
Syahrul menjelaskan dengan produktivitas 5 ton perhektar, penghasilan diperoleh petani Rp 30 juta perhektar.
"Jika 1.000 hektar, penghasil diperoleh Rp 30 miliar permusim tanam dan jika musim tanam 4 kali setahun, diperoleh Rp 120 miliar. Artinya penghasilan petani mencapai Rp 10 juta perbulan. Bisa kita hitung jika luasanya meningkat menjadi 2.000 hektar. Stok beras kita makin tangguh," tambah Mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut.
Dia juga berharap pengembangan budidaya padi di Bulukumba harus ditingkatkan kualitasnya.
Peningkatan kualitas terutama di bagian penggilingan padi (rice milleng unit/RMU) sehingga kapasitas penggilinganya naik dan beras yang menghasilkan berkuitas tinggi.
Peningkatan tersebut diharapkan bisa membuat Bulukumba tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan sendiri tapi juga ekspor.
"Pertanian kita jangan lagi seperti dulu, tapi harus naik kelas. Bila perlu kita ekspor beras dari Bulukumba. Saya pun dukung pakai dana KUR, kita tidak boleh manja-manja dengan bantuan, APBN tidak cukup, petani harus berpikir dan bertindak maju," tuturnya.
Tidak hanya padi, Syahrul juga mendorong kemajuan pertanian Bulukumba, yakni budidaya komoditas strategis dan unggulannya lainnya seperti kelapa, sapi, kopi dan jagung.
Mekanisasi pertanian pun didorong termasuk fasilitas dana KUR yang lebih besar.
"Bantuan harus kita fokuskan dalam skala ekonomis dulu yang jelas memberikan hasil. Bulukumba punya potensi lahan kelapa 13 ribu hektar, kita fokuskan dulu bantuan pengembangannya 2 ribu hektar berikut kita bangun hilirisasinya," tuturnya.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf menyebutkan pihaknya dan masyarakat Bulukumba sangat mengapresiasi bantuanKementan dan berharap memberikan perhatian yang lebih besar lagi untuk kemajuan sektor pertanian.
Sekor pertanian menjadi penyelamat pertumbuhan ekonomi Bulukumba.
"Ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia dan Sulawesi Selatan tahun 2020 terjun bebas pada angka minus akibat pandemi Covid-19, Namun Kabupaten Bulukumba masih berada di angka Positif yaitu 0,43%," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf mendukung penuh program dan gebrakan Mentan Syahruldalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern.
Menurutnya, program pertanian memang harus inovatif agar petani tidak dimanjakan terus dengan bantuan pemerintah.
