Perusahaan Hary Tanoe Tak Bagi Dividen Demi Bangun Hotel Mewah "Trump"

Perusahaan membutuhkan belanja modal sekitar Rp 2-3 Triliun untuk berbagai proyek di antaranya pembangunan kawasan wisata di Lido, Jawa Barat dan hotel bintang lima di Bali.
Desy Setyowati
22 Juni 2017, 16:56
trump tanoe
Pemilik Grup MNC Hary Tanoesoedibjo dan istrinya, bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di New York, Amerika Serikat.

Perusahaan properti milik pengusaha Hary Tanoesudibyo, PT MNC Land Tbk., tidak membagikan dividen atas keuntungan tahun 2016 lalu. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (22/6).

Direktur Keuangan Erwin Andersen mengungkapkan, sebagian besar keuntungan perusahaan yang sebesar Rp 1,77 triliun akan digunakan sebagai dana cadangan sesuai ketentuan perseroan terbatas. Sisanya, untuk memperkuat permodalan guna mendukung investasi dan ekspansi bisnis tahun ini.

"Tidak ada dividen yang dibagikan. Laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan," kata Erwin saat Konferensi Pers, di Gedung MNC Tower, Jakarta, Kamis (22/6).

Secara rinci, laba MNC Land yang akan disisihkan untuk dana cadangan adalah sebesar Rp 1 triliun. Sisanya, baru untuk memperkuat modal. Adapun, perusahaan membutuhkan belanja modal sekitar Rp 2 triliun sampai Rp 3 triliun tahun ini.

Menurut Erwin, belanja modal tersebut akan digunakan untuk pembangunan sejumlah proyek, di antaranya pembangunan kawasan wisata di Lido, Jawa Barat dan hotel bintang lima di Bali bekerja sama dengan Trump Hotel Collection. (Baca juga: Proyek MNC – Trump di Lido Ditargetkan Rampung 2019)

"Kalau sampai proyek itu selesai, kebutuhan dana diperkirakan Rp 10-15 triliun," kata dia. Untuk menutupi kebutuhan tersebut, Erwin mengatakan, MNC Land akan mencari pendanaan dari institusi keuangan dan memanfaatkan capital base yang dimiliki perusahaan.

Selain memutuskan untuk menahan laba, RUPST MNC Land juga menyetujui dan menerima pengunduran diri Daniel Yuwono dari jabatan Direktur Keuangan mulai Agustus 2017. Daniel digantikan oleh Erwin Andersen. Erwin menjabat terhitung sejak selesainya RUPST.

Setelah RUPST, perusahaan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang memutuskan untuk menyetujui pelaksanaan penambahan modal melalui penerbitan saham baru (rights issue) tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dulu (HMETD).

Rencananya, perusahaan akan menerbitkan saham baru sebanyak 516.845,042 lembar atau 7,5 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan. "Harga akan menyesuaikan dengan pasar," ujar Daniel. 

Video Pilihan

Artikel Terkait