Trend Thrifting di Masa Pandemi Covid-19 Show
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Image title
16 Oktober 2021, 09:00

Foto: Tren Belanja Produk Bekas Semarak Kembali di Masa Pandemi

Belakangan ini thrifting atau aktivitas berbelanja produk-produk bekas yang masih layak pakai menjadi tren di kalangan anak muda. Semakin merebaknya thrift shop ini juga terlihat di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Thrift merupakan perilaku berhemat dengan sangat berhati-hati akan uang yang dikeluarkan. Menggunakan kembali kantong teh yang sama sebanyak tiga hingga empat kali agar tidak membuang-buang uang adalah contoh perilaku ini.

Tren thrifting dewasa ini juga seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya sistem fast fashion oleh produsen-produsen pakaian ternama. Terlebih, banyak perusahaan yang juga terlibat dalam praktik eksploitasi buruh. Untuk itu, mendaur ulang pakaian layak pakai dengan metode thrifting menjadi satu solusi masalah ini.

Rohendi, pedagang baju bekas di Pasar Kebyoran Lama mengatakan, peminat jenis pakaian ini bukan cuma kalangan menengah ke bawah. “Kadang, ada artis yang sengaja datang untuk belanja atau sekadar membuat konten,” kata lelaki 54 tahun ini, Jumat 15 Oktober 2021.

Walau mulai ramai, tren thrifting tak lantas pendapatannya langsung melonjak. Menurutnya, penghasilan selama pandemi bisa dibilang merosot. “Setahun awal corona benar-benar sepi, hancur pendapatan. Belum lagi bersaing dengan toko-toko online,” ujar Rohendi yang sudah 25 tahun menggeluti usaha pakaian bekas.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.